Categories: Woman Files

Perempuan Rentan Kekerasan dan Pelecehan di Dunia Maya Jika Terlalu Aktif

Prof Myrta menjelaskan lebih lanjut bahwa dalam pandangan sosial yang berkembang, identitas perempuan kerap dikaitkan dengan aspek pribadi seperti tubuh, emosi, moralitas, dan relasi sosial. Hal ini menyebabkan pola kritik di ruang publik mengalami pergeseran.

Ketika perempuan menyampaikan gagasan, sering kali tanggapan yang muncul bukan menilai substansi isi pembicaraan, melainkan menyerang identitas pribadi pembicaranya.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa ruang digital sejatinya bukanlah dunia terpisah yang bebas nilai. Segala norma, budaya, dan perilaku yang ada di kehidupan nyata akan selalu tercermin di internet.

“Ruang digital sebenarnya tidak terpisah dari kehidupan sosial. Nilai, norma, dan budaya di masyarakat ikut terbawa ke internet. Karena itu, cara perempuan diperlakukan di dunia digital sering mencerminkan bagaimana perempuan diperlakukan di dunia nyata,” ungkap Gubes bidang Bio-antropologi dan Antropologi Forensik FISIP Unair ini.

Serangan di ruang digital terhadap perempuan umumnya terjadi secara bertahap, dimulai dari hal yang dianggap ringan hingga menjadi ancaman serius.

Polanya biasanya bermula dari komentar yang merendahkan, berkembang menjadi ancaman keamanan, penyebaran data pribadi, hingga berujung pada kekerasan seksual berbasis digital.

Dampak yang ditimbulkan pun tidak sederhana, melainkan bersifat jangka panjang dan menyerang berbagai aspek kehidupan korban.

“Pengalaman negatif di media digital dapat memberi dampak yang luas terhadap perempuan, bukan hanya pada perasaan sesaat, tetapi juga pada kesehatan mental, identitas diri, relasi sosial, bahkan perkembangan akademik dan karier,” paparnya.

Untuk mengatasi masalah ini, Prof Myrta menyoroti perlunya peningkatan literasi digital di kalangan masyarakat luas.

Masih banyak pengguna yang memahami kebebasan berekspresi sebagai kebebasan mutlak untuk mengatakan apa saja tanpa mempertimbangkan etika dan dampak komunikasi.

Page: 1 2 3

Jay Wijayanto

Recent Posts

Tren Penyembelihan Kurban di Surabaya: Masyarakat Beralih Potong Langsung di Lapak, Lebih Praktis dan Bersih

Pola penyembelihan hewan kurban di kalangan masyarakat kini mengalami pergeseran. Jika dulu warga umumnya membeli…

1 day ago

Warga Blitar Tewas Disambar KA Penataran di Wonocolo Surabaya, Uang Receh dan Gunting Ditemukan Berceceran

Seorang pejalan kaki asal Wonorejo, Slemanan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, ditemukan tewas di lokasi usai…

1 day ago

Nekat Buang Limbah Kurban ke Kali Surabaya, Didenda Tipiring dan Sita KTP

Tim gabungan yustisi menggelar patroli pengawasan ketat di sepanjang aliran Kali Surabaya, dimulai dari wilayah…

1 day ago

Harga Sejumlah Kebutuhan Pokok Turun selama Libur Panjang Idul Adha di Surabaya, Stok Dipastikan Aman

Selama libur panjang Hari Raya Idul Adha, Hari Raya Waisak, Hari Lahir Pancasila, warga Surabaya…

2 days ago

Hendak Disembelih Banyak Sapi Kurban di Surabaya Mengamuk, Masuk ke Selokan Kaki dan Leher Patah

Momen Idul Adha selalu identik dengan kisah menegangkan dari hewan kurban yang akan disembelih. Di…

2 days ago

Barbekue PCNA Tulangan Makin Diminati, Tahun Ini Hasilkan Dua Kambing Kurban

Area sekitar Masjid At-Taqwa Kenongo, Tulangan, Sidoarjo, penuh dengan berbagai macam barang bekas. Ada pakaian,…

2 days ago

This website uses cookies.