Categories: Woman Files

Ibu Hamil Rentan Toxoplasmosis dari Hewan Peliharaan, Bisa Sebabkan Keguguran dan Kecacatan

METROTODAY, SURABAYA – Ibu hamil dinilai lebih rentan terhadap penyakit yang ditularkan dari hewan peliharaan, salah satunya toxoplasmosis. Menurut dosen Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair), Prof Dr Lucia Tri Suwanti drh, penyakit ini berbahaya terutama bagi ibu hamil karena kerap dikaitkan dengan keguguran maupun kecacatan pada bayi.

“Toxoplasmosis bisa menyebabkan keguguran, kecacatan, atau kalau lahir bayi kepalanya besar, atau bisa juga saat lahir normal tetapi gejalanya baru muncul setelah sekian lama,” tuturnya, Jumat (16/1).

Toxoplasmosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii, yang dapat berada di hampir seluruh sel berinti di dalam tubuh manusia. “Kalau infeksinya setelah lahiran bisa menyebabkan cacat hati, bisa macam-macam bahkan bisa ke otak, dan dampaknya sangat berbahaya bagi penderita HIV,” ujar Prof. Lucia.

Ia menegaskan bahwa toxoplasmosis termasuk penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. Meski sering disebut sebagai penyakit kucing, penularannya tidak hanya berasal dari kucing saja. “Yang menular ke kita adalah yang keluar dari feses kucing yang terinfeksi,” terangnya.

Lebih lanjut, Prof Lucia menjelaskan bahwa kucing yang terinfeksi akan mengeluarkan ookista melalui feses. Ookista tersebut akan menjadi infektif setelah dua hingga lima hari dan dapat mencemari air, tanah, maupun sayuran. “Kemudian ookista itu tertelan oleh hewan lain sehingga mereka juga tertular, dan kita juga bisa tertular,” ungkapnya.

Semua hewan berdarah panas berpotensi terinfeksi, termasuk ayam. Oleh karena itu, ia mengingatkan pentingnya mengolah makanan dengan benar. “Kalau ibu-ibu masak daging harus matang. Telur ayam juga jangan sampai kuningnya setengah matang,” imbaunya. Selain itu, susu sebaiknya dipasteurisasi dan air minum direbus terlebih dahulu sebelum dikonsumsi.

Mengenai gejala pada manusia, Prof Lucia menyebutkan bahwa pada orang dengan imunitas kuat, infeksi sering kali tidak menimbulkan tanda yang jelas. Karena itu, ia menganjurkan pemeriksaan kesehatan sebelum menikah.

“Ada anjuran sebelum menikah tes TORCH (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, Herpes Simplex), karena kalau infeksinya terjadi saat kehamilan bisa menyebabkan keguguran dan kecacatan,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Atasi Banjir di Surabaya Selatan, Pemkot Fokus Penyambungan Saluran dan Penyamaan Ketinggian Air

Penanganan banjir di wilayah Surabaya Selatan dilakukan dengan pendekatan yang menyeluruh. Pemerintah kota menitikberatkan pada…

3 hours ago

Anas Karno Resmi Jabat Sekretaris Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Kota Surabaya

Anas Karno ditetapkan sebagai Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya dalam rapat paripurna yang digelar…

3 hours ago

Gantikan Adi Sutarwijono, Syaifuddin Zuhri Dilantik sebagai Ketua DPRD Surabaya, Fokus Optimalisasi Pendapatan Daerah

Syaifuddin Zuhri resmi dilantik dan mengucap sumpah jabatan sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…

3 hours ago

Kelihaian Perempuan Mengubah Diam Menjadi Emas

KALIMAT yang diucapkan belum sepenuhnya tuntas. Tapi, air matanya sudah tumpah membasahi pipi. Ia tak…

5 hours ago

Pakar: Pengelolaan Budaya Surabaya Dinilai Masih Fase Transisi

Penyediaan ruang publik serta transformasi lembaga kesenian menjadi lembaga kebudayaan dinilai sebagai langkah positif menuju…

23 hours ago

KAI Uji Coba Biodiesel B50 di KA Sembrani, Performa Tetap Optimal di Jalur Surabaya – Jakarta

PT KAI melakukan terobosan baru dengan menggelar uji coba perdana penggunaan bahan bakar Biodiesel B50…

23 hours ago

This website uses cookies.