Categories: Woman Files

Autoimun Bisa Terjadi Kapan Saja: Kenali Penyebab, Gejala, dan Cara Pencegahan

METROTODAY, SIDOARJO – Penyakit autoimun bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja, dari anak-anak hingga orang dewasa.

Penyakit ini berkaitan erat dengan sistem kekebalan tubuh manusia. Kondisi terjadi ketika sistem imun secara keliru menyerang sel-sel sehat, alih-alih melindungi tubuh dari ancaman luar.

Penyebab gangguan autoimun beragam, mulai dari faktor genetika hingga gaya hidup yang kurang sehat, dan sering kali bersifat kronis, bahkan berlangsung seumur hidup.

Menurut laman Hello Sehat, Sistem kekebalan tubuh normalnya berfungsi melindungi tubuh dari virus dan bakteri.

Pada autoimun, sistem ini kehilangan kemampuan membedakan sel sehat dan sel asing, sehingga tubuh justru menjadi sasaran serangan sendiri.

Ada lebih dari 100 jenis penyakit autoimun yang diketahui, namun gejala yang muncul kerap mirip satu sama lain, membuat diagnosis menjadi sulit. Penyakit ini bisa menyerang berbagai organ dan jaringan tubuh, mulai dari kulit, sendi, sistem pencernaan, hingga saraf.

Faktor Penyebab Autoimun

Meski penyebab pasti penyakit autoimun belum sepenuhnya dipahami, sejumlah faktor diketahui meningkatkan risiko:

  • Faktor keturunan

Orang yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan autoimun memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami kondisi serupa.

  • Jenis kelamin

Perempuan lebih rentan terhadap autoimun dibanding laki-laki. Data menunjukkan sekitar 78 persen penderita autoimun adalah perempuan, dengan gejala biasanya muncul antara usia 15 hingga 44 tahun.

  • Kebiasaan merokok

Merokok dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, termasuk autoimun.

  • Kelebihan berat badan

Orang dengan berat badan berlebih cenderung lebih rentan terhadap gangguan autoimun.

  • Paparan zat kimia

Kontak rutin dengan zat kimia, terutama bagi pekerja yang terpapar bahan kimia, dapat meningkatkan risiko penyakit ini.

  • Perubahan hormon

Perubahan hormon selama kehamilan, persalinan, atau menopause dapat memicu gangguan autoimun pada perempuan.

  • Infeksi

Infeksi tertentu, baik virus maupun bakteri, bisa memicu munculnya autoimun, meskipun infeksi tersebut telah sembuh.

Gejala yang Dapat Muncul

Gejala autoimun bisa sangat beragam dan muncul di berbagai bagian tubuh:

  • Sendi dan otot: nyeri sendi berpindah-pindah, kaku, otot lemah.
  • Saluran pencernaan: kembung, susah BAB, mual, sakit perut, refluks asam, sensitif terhadap makanan tertentu, darah atau lendir dalam tinja.
  • Kulit dan rambut: gatal, ruam, kulit kering, rambut rontok, kebotakan tidak merata.
  • Sistem saraf: pusing, sakit kepala, cemas berlebihan, gangguan tidur, penglihatan kabur, gangguan memori, mati rasa, kesemutan.
  • Gejala lain: kelelahan, demam, nyeri dada, kelenjar bengkak, sesak napas, detak jantung tidak teratur.

Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter

Jika gejala berlangsung lebih dari satu minggu, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Dokter dapat melakukan berbagai pemeriksaan untuk memastikan diagnosis, termasuk tes autoantibodi, tes antinuclear antibody (ANA), tes darah lengkap, C-Reactive Protein (CRP), dan tes sedimentasi eritrosit.

Penanganan dan Pengelolaan

Penyakit autoimun tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, tetapi gejalanya dapat dikendalikan melalui:

  • Obat-obatan: Dokter dapat meresepkan obat antiinflamasi, kortikosteroid, atau imunosupresan untuk menekan peradangan dan aktivitas sistem imun.
  • Perubahan gaya hidup: Pola makan sehat, olahraga teratur, dan istirahat cukup dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit.
  • Deteksi dini: Mengenali gejala sejak awal memungkinkan penanganan lebih efektif dan mencegah komplikasi serius.

Dengan pemahaman yang tepat tentang penyebab dan gejala autoimun, pasien dapat mengambil langkah pencegahan, melakukan pengobatan sesuai arahan dokter, dan menjalani hidup lebih sehat meski menghadapi kondisi kronis ini. (ana sofiana/red)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Kanwil DJP II Jatim Capai Penerimaan Rp16,08 T, Buah Sinergi dengan Media

Kanwil DJP Jatim II mencatat penerimaan pajak telah mencapai Rp16,08 triliun. Kepatuhan wajib pajak juga…

21 minutes ago

Gantikan Rontgen, Hormon dalam Air Liur Bisa Diagnosa Kapan Gigi Anak Tumbuh

Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Sindy Cornelia Nelwan, drg., Sp.KGA., K-KGA.,…

52 minutes ago

Operasi SAR Khusus KM Mutiara Sentosa 2 Dihentikan, Bangkai Kapal Diduga Terbawa Arus

Operasi Pencarian dan Pertolongan khusus penanganan kebakaran KM Mutiara Sentosa II resmi dihentikan dan dialihkan…

9 hours ago

Jenazah Dua Korban KM Mutiara Sentosa 2 Diserahkan ke Keluarga, Tiga Jenazah Menyusul

Dua jenazah korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 telah resmi diserahterimakan kepada pihak keluarga. Tim…

12 hours ago

Jatim Segera Punya Embarkasi Baru di Bandara Dhoho Kediri, Ringankan Beban Juanda dan Asrama Haji Surabaya

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, menyatakan penyelenggaraan ibadah haji 2026 secara…

12 hours ago

Enam Bangli di TPU Keputih Surabaya Digusur, Lahan 1.800 Meter Persegi Dikembalikan Jadi Area Pemakaman

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya menertibkan enam bangunan liar (bangli) yang berdiri…

15 hours ago

This website uses cookies.