Widi bersama tim mengembangkan Tripple S. Singkatan dari Sains Skate Support. Inovasi teknologi itu dikembangkan melalui skema riset BIMA Kemdikbudristek 2025. Aplikasi Sains Skate Support lantas diikutsertakan dalam Kompetisi Inovasi Sidoarjo (KISI) Tahun 2025.
Hasilnya membanggakan bagi civitas academica Umsida. Setelah melalui proses seleksi yang panjang, termasuk mengungguli 262 proposal lain di kategori inovasi dan teknologi, aplikasi Tripple S berhasil masuk 10 besar.
Dan, di tahap presentasi final, aplikasi rancangan Widi dan tim dikukuhkan sebagai Juara 1 Kategori II Inovasi Teknologi Informasi KISI Tahun 2025. ”Proses masuk ke sana ketat, seleksi di tingkat Sidoarjo juga ketat. Alhamdulillah tim kami bisa menjadi yang terbaik,” ungkapnya.
Hingga saat ini aplikasi tersebut masih digunakan di klub sepatu roda Faster. Ada grup yang berisikan tim pelatih juga sehingga tim Umsida dapat melakukan monitoring. Dengan digitalisasi itu, menurut Widi, pelatih dapat melakukan penilaian berbasis data yang objektif. Mulai performa atlet, riwayat, presensi, hingga rekomendasi latihan.
”Di aplikasi saya mewadahi untuk pelatih, orang tua, dan atletnya sendiri untuk bisa melihat progresnya,” terang dia.
Sebanyak sepuluh ribu anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) direncanakan menggelar aksi damai di Kota…
Rencana aksi damai yang akan digelar ribuan anggota Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Kota…
Mantan pelatih Timnas Indonesia yang kini menukangi Persija Jakarta, Shin Tae-yong, menyampaikan harapan dan doa…
Mahkamah Konstitusi (MK) memberikan teguran keras sekaligus penegasan mendasar terkait alokasi anggaran negara. Dalam putusan…
Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian permohonan uji materiil Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2025 tentang Anggaran…
Pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Kabupaten Banyuwangi periode 2026–2031 resmi dikukuhkan di Hotel Santika,…
This website uses cookies.