Kaki harus melangkah pulang, sementara hati masih ingin menetap. Seakan-akan ada bagian dari diri yang tertinggal di antara lantunan doa, di sela-sela salam kepada Rasulullah, atau mungkin di sudut Raudhah yang tak sempa
DI antara sekian banyak oleh-oleh yang dibawa pulang dari Tanah Suci, barangkali tidak ada yang lebih khas, lebih simbolik, dan lebih “sakral” dalam imajinasi jamaah selain air zamzam.
DI setiap perjalanan, selalu ada dua jenis oleh-oleh: yang terlihat dan yang terasa. Yang terlihat biasanya memenuhi koper, seperti kurma, cokelat, sajadah, tasbih, parfum, air zamzam, dan segala bentuk cendera mata yang secara fisik bisa disentuh, dibungkus, dibagikan, bahkan ditimbang di bandara.