Mbah Barnawi menjadi bagian penting dalam sejarah penyebaran ajaran Islam di Sidoarjo. Beliau adalah tokoh besar. Tak hanya dikenal sebagai pejuang, Mbah Barnawi juga meninggalkan warisan spiritual mendalam.
Di balik kesunyian Desa Ngaresrejo, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, tersimpan kisah luar biasa tentang sosok yang menjadi bagian penting dalam sejarah penyebaran ajaran Islam di Sidoarjo: Mbah Barnawi.
Beliau dikenal sebagai ulama kharismatik, pendakwah, sekaligus penulis kitab yang produktif. Cerita lisan maupun catatan yang tersisa menyebutkan bahwa Mbah Zainal Abidin telah menghasilkan tidak kurang dari 16 kitab,
Luas Makam Islam Desa Tambaksumur sekitar 1 hektare. Di sudut timur laut, terdapat bangunan calon rumah joglo yang sedang dalam proses penyelesaian. Bangunan itu tampak diistimewakan.
”Kelak, Tambaksumur akan jadi ramai seperti Ampel. Orang akan datang ke sini dulu sebelum ke Ampel sebab di sini ban¬yak terdapat makam wali Allah.” Kalimat dari Kiai Mas itu diyakini masyarakat Desa Tambaksumur.
Terminal Bungurasih tak bisa dilepaskan dari lokasinya yang berada di Desa Bungurasih. Masyarakat sekitar percaya bahwa nama desa diambil dari seorang figur aulia, yakni Mbah Bungur atau Ibrahim Al-Jaelani.
Buku Sidoarjo Bumi Aulia mengungkap identitas lain yang dimiliki Sidoarjo. Di balik geliat pembangunan dan modernitas, Sidoarjo menyimpan jejak spiritual yang kuat. Menampilkan wajah khas sebagai kota yang religius.