Categories: Surabaya

184 Ribu KPM di Surabaya Terima Beras 3 Bulan Sekaligus, Nekat Dijual Langsung Di-Blacklist

METROTODAY, SURABAYA – Program Bantuan Pangan Komoditas Beras untuk alokasi bulan Juli, Agustus, dan September 2026 sedang disalurkan serentak di seluruh Kota Surabaya. Penyaluran ditargetkan selesai sepenuhnya pada 15 September mendatang.

Asisten Administrasi Umum (Asisten III) Pemkot Surabaya Anna Fajriatin, meninjau langsung distribusi di Kecamatan Jambangan, Senin (24/8). Anna menjelaskan bahwa total ada 184.313 Kelompok Penerima Manfaat (KPM) yang berhak menerima bantuan ini.

Setiap KPM menerima 30 kilogram beras sekaligus mencakup jatah tiga bulan, yakni 10 kilogram per bulan.

“Ini merupakan program dari pemerintah pusat untuk mengintervensi pengeluaran warga rentan dan tidak mampu. Pemkot Surabaya bertugas melakukan verifikasi data hingga membantu mekanisme penyaluran di lapangan,” ujar Anna.

Untuk memastikan penyaluran lancar dan tepat sasaran, Pemkot menggandeng jajaran Karang Taruna di setiap wilayah untuk membantu verifikasi data. Lokasi pembagian tidak hanya di kantor kelurahan atau balai RW, melainkan disesuaikan dengan pemetaan yang telah disepakati camat dan lurah.

“Dalam proses penyalurannya, kami mengandeng adik-adik Karang Taruna di wilayah tersebut untuk membantu melakukan verifikasi data,” imbuhnya.

Pada hari peninjauan, distribusi dilakukan di empat kelurahan yakni Kelurahan Jambangan (403 KPM), Kelurahan Karah (605 KPM), Kelurahan Pakis (808 KPM), dan Kelurahan Kebonsari (388 KPM).

Pemkot Surabaya menegaskan larangan keras menjual kembali beras bantuan ini. Pengawasan dilakukan berjenjang mulai dari camat, lurah, RT/RW, hingga Karang Taruna. Kemasan beras dari Bulog juga telah diberi stempel khusus penanda bantuan pemerintah.

“Jika ada penerima manfaat yang terbukti menjual beras bantuan ini, namanya akan langsung dicoret atau di-blacklist dari daftar penerima bantuan berikutnya,” tegas Anna. Meski sejauh ini belum ditemukan pelanggaran, langkah antisipasi tetap diberlakukan secara tegas.

Anna berharap bantuan ini benar-benar meringankan beban warga. “Tentunya kami berharap bantuan ini bisa meringankan beban warga yang membutuhkan,” harapnya.

Sementara itu, Pimpinan Cabang Bulog Surabaya, Nur Fuad Indra Mitra, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan program strategis pemerintah pusat untuk menjaga ketahanan pangan dan menekan pengeluaran masyarakat rentan.

“Kami berharap program ini dapat meringankan beban kebutuhan pokok Bapak dan Ibu sekalian, sehingga potensi kerawanan pangan di tingkat keluarga dapat teratasi dengan baik,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Pagar Tinggi Antisipasi Demo Bermunculan, Pakar: Tanpa Keselarasan, Rusak Estetika Bangunan

Pemasangan pagar besi tinggi di area luar sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya belakangan menjadi sorotan…

3 hours ago

Kecelakaan di Jalan Moestopo, Warga Sempat Tuduh Pemkot Surabaya, Ternyata Proyek RS Dr Soetomo

Pemerintah Kota Surabaya menegur pihak kontraktor yang menggunakan identitas Pemkot Surabaya pada kendaraan proyek di…

13 hours ago

Dihadiri Megawati, Final Soekarno Cup 2026 Satukan Semangat Bung Karno dan Bung Tomo

Turnamen sepak bola usia muda Soekarno Cup 2026 resmi berakhir dengan digelarnya pertandingan final di…

13 hours ago

Sidak Betonisasi Jalan Tambakcemandi, Bupati Subandi: Jangan Telat, Kualitas Harus Bagus

Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek betonisasi ruas Jalan…

15 hours ago

Salurkan Bantuan Pangan, Bupati Subandi Pastikan Kualitas Beras Bagus

Bupati Sidoarjo H. Subandi menyalurkan bantuan pangan beras alokasi Juli–September 2026 kepada masyarakat penerima bantuan…

16 hours ago

Tradisi Muludan di Kampung Nelayan Cumpat Surabaya: Bagi-Bagi Uang dari Atas Rumah hingga Pawai

Tradisi Muludan atau peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW tetap terjaga di Kampung Nelayan Cumpat, Kedung…

16 hours ago

This website uses cookies.