Sejumlah orang yang diamankan oleh polisi di depan Alun-Alun Surabaya karena menimbulkan kericuhan aksi massa. (Foto: Ahmad/METROTODAY)
METROTODAY, SURABAYA – Aksi unjuk rasa yang digelar sekelompok massa di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya pada Jumat sore berakhir dengan situasi ricuh.
Massa yang mengenakan pakaian serba hitam mulai berkumpul sejak Jumat (26/6) sore sekitar pukul 16.00 dan menyampaikan penolakan terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang ditandai dengan penggunaan tagar #IndonesiaSekarat.
Dalam aksinya, massa menyampaikan 11 poin tuntutan utama. Di antaranya adalah penurunan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Koperasi Desa Merah Putih, hingga permintaan pencabutan Undang-Undang Polri dan Undang-Undang TNI.
Situasi kemudian memanas ketika sejumlah peserta aksi melakukan tindakan provokatif dan melempar ke arah barisan kepolisian yang bersiaga. Petugas pun mulai mendorong massa ke sisi timur Gedung Grahadi, namun sebagian orang masih berusaha melawan.
Akibatnya, petugas terus melakukan pengamanan massa yang berlarian menjauh. Sejumlah orang kemudian diamankan, termasuk satu perempuan berkerudung hitam yang dibawa ke area Grahadi sebelum dibawa ke Mapolrestabes Surabaya. Beberapa di antaranya mengalami luka ringan akibat perlawanan saat diamankan.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, berada di tengah lokasi memimpin langsung pasukan dalam mengamankan Gedung Grahadi.
“Kami mulai mendorong mundur massa karena kondisi sudah memanas. Sebelumnya kami sudah mengimbau agar menghentikan tindakan perusakan. Namun mereka tetap melakukan disertai pelemparan, sehingga kami menilai hal ini tidak hanya membahayakan masyarakat umum, tetapi juga keselamatan mereka sendiri,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa tindakan tegas dilakukan secara terpaksa demi keamanan.
“Kami lakukan pendorongan secara bertahap hingga ke area bundaran Balai Kota. Alat semprot air juga digunakan untuk memadamkan api yang muncul. Dengan terpaksa kami bertindak demikian, semuanya dilakukan secara terukur. Alhamdulillah, situasi akhirnya terkendali dan massa mulai membubarkan diri,” pungkas Kombes Luthfie.
Hingga pukul 20.00 WIB, akses jalan di sekitar lokasi sudah dapat dibuka kembali dan dilalui kendaraan. Setelah keadaan aman, sejumlah pejabat daerah seperti Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak turun langsung meninjau kondisi lokasi yang mengalami kerusakan akibat aksi tersebut dan melihat langsung massa aksi yang diamankan. (ahm)
Pemkab Sidoarjo bersama pemerintah daerah lainnya di wilayah pesisir Jawa berkomitmen memperkuat perekonomian masyarakat pesisir…
Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana SAP melakukan sidak ke Rusunawa Pucang, Kecamatan Sidoarjo, pada…
Suasana riuh dan tawa memenuhi lapangan SMK di Surabaya. Gobak sodor, bakiak, egrang balok, gasing…
Perubahan suhu mendadak saat mandi dan kebiasaan mengejan berlebihan ternyata dapat memicu pecahnya pembuluh darah…
Peningkatan kasus diabetes pada anak di Indonesia disebabkan oleh semakin tingginya angka diagnosis dini serta…
Seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) salah satu universitas di Surabaya melahirkan secara mandiri di…
This website uses cookies.