Categories: Surabaya

Tren Penyembelihan Kurban di Surabaya: Masyarakat Beralih Potong Langsung di Lapak, Lebih Praktis dan Bersih

Lia menjelaskan, layanan penyembelihan di tempat ini sebenarnya diberikan secara gratis. Biaya tambahan baru akan dikenakan jika pembeli meminta jasa tambahan, seperti pemotongan daging menjadi ukuran kecil, penimbangan, hingga pengemasan rapi.

Menurutnya, biaya tambahan ini sebenarnya setara dengan biaya operasional yang biasanya harus disisihkan saat menyembelih di masjid. Tak hanya itu, cara ini dinilai lebih bersih dan tidak meninggalkan kotoran atau bau tak sedap di lingkungan pemukiman.

“Untuk pemotongannya sebenarnya gratis. Cuma karena saya minta tolong untuk di-packing sekalian, ada biaya operasional lah, ada sih. Itu aja. Sebenarnya sama sih di masjid juga ada biaya operasionalnya. Kadang kalau di masjid agak susah ya, kan bekas-bekasnya agak kotor juga,” tuturnya.

Sementara itu, pemilik lapak, Pondra Irawan, menjelaskan bahwa konsep pemotongan langsung di tempat memang menjadi layanan unggulan untuk memudahkan para shohibul kurban.

Layanan dasar gratis ini meliputi proses penyembelihan, pengulitan, dan pembelahan bangkai menjadi empat bagian besar, namun belum termasuk pembersihan jeroan.

“Jadi gratis jagal ini salah satu layanan untuk shohibul kurban untuk mempermudah beribadah. Jadi di tempat kami gratis jagalnya itu hanya potong besar. Potong besar itu disembelih, dilepas kulit, habis itu kemudian daging itu dibelah jadi empat. Nah, terus usus dan segala macam jeroan itu, kita enggak bersihkan,” jelas Pondra.

Bagi pembeli yang menginginkan layanan lengkap, mulai dari dipotong kecil, ditimbang, dikemas rapi, hingga siap dibagikan, maka akan dikenakan biaya tambahan operasional.

“Jika ada permintaan untuk dipotong kecil-kecil, terus ditimbangin, langsung didistribusikan, itu bisa. Cuma kita harus nambah biaya. Ya, kalau untuk pengiriman dan pencacahan kecil-kecil itu, kita tambah ongkosnya 1 juta per ekor sapi,” tuturnya.

Pondra menyebut, mayoritas pembeli yang menggunakan jasa potong di tempat adalah mereka yang membeli sapi. Hal ini wajar karena biaya operasional penyembelihan sapi di masjid biasanya cukup besar dan memberatkan panitia.

Dengan adanya layanan gratis jagal di lapak, dana yang seharusnya disisihkan untuk biaya operasional bisa dialihkan takmir masjid untuk keperluan lain.

Page: 1 2 3

Jay Wijayanto

Recent Posts

BBPOM Surabaya Periksa SPPG Penyedia Makanan MBG yang Racuni Ratusan Santri di Sidoarjo

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya segera turun tangan menyelidiki dugaan keracunan…

2 days ago

Banyak Warga Mengeluh Desil Naik Drastis, Komisi D DPRD Surabaya Soroti Akurasi Data BPS

Komisi D DPRD Kota Surabaya menggelar rapat dengar pendapat bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil…

2 days ago

Kakanwil Kemenag Jatim Minta Generasi Muda Kuasai Bahasa agar Siap Hadapi Dunia

Final Mini Drama Competition jenjang MI, MTs, dan MA tingkat Provinsi Jawa Timur digelar di…

2 days ago

Kura Kura Darat Terbesar di Dunia, Aldabra Kini jadi Koleksi Baru KBS

Kebun Binatang Surabaya (KBS) untuk pertama kalinya menghadirkan kura-kura Aldabra (Aldabrachelys gigantea) sebagai koleksi satwa…

2 days ago

Ratusan Santri Ponpes Mambaul Hikam Keracunan MBG, Bupati Subandi Pastikan Tak Ada Yang Meninggal

Ratusan santri Pondok Pesantren Mambaul Hikam Sidoarjo dilarikan ke rumah sakit. Diduga keracunan makan bergizi…

2 days ago

Gibran Kaget Lihat Kandungan Mikroplastik di Air Kali Tebu Surabaya yang tampak Jernih

Kehadiran Microplastic Mobile Laboratory (Mimo) membawa terobosan unik, tidak hanya mengajak masyarakat mengurangi pemakaian plastik…

3 days ago

This website uses cookies.