Categories: Surabaya

Warga Blitar Tewas Disambar KA Penataran di Wonocolo Surabaya, Uang Receh dan Gunting Ditemukan Berceceran

METROTODAY, SURABAYA – Seorang pejalan kaki asal Wonorejo, Slemanan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, ditemukan tewas di lokasi usai tertabrak Kereta Api (KA) Penataran dengan rute perjalanan Surabaya-Blitar.

Kecelakaan maut ini terjadi di perlintasan KA Jalan Ahmad Yani, kawasan Wonocolo, Surabaya, tepatnya pada Kamis (28/5) sekitar pukul 04.40 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun kejadian bermula saat korban berjalan di pinggir rel kereta api dalam kondisi diduga linglung dan berjalan sangat dekat dengan batas rel.

Tak lama kemudian, melintaslah KA Penataran yang bergerak dari arah utara menuju selatan.

Masinis sudah berusaha memberi peringatan dengan membunyikan klakson berulang kali, namun naas, korban seolah tidak menyadari kedatangan kereta besar tersebut.

Kabid Darlog BPBD Kota Surabaya, Linda Novanti, mengatakan keterangan yang dihimpunnya, korban diduga sama sekali tidak mendengar atau tidak menyadari suara peringatan, sehingga tersambar laju kereta dan meninggal dunia seketika di tempat kejadian.

“Korban saat kejadian ada di tepi rel kereta api. Kemungkinan waktu diklakson-klakson sama kereta itu tidak mendengar, maupun kondisi korban bagaimana kita belum tahu jelas. Akhirnya terjadi laka kereta itu,” ungkap Linda.

Setelah kejadian, jenazah korban segera dievakuasi dari lokasi kecelakaan. Jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans Dinas Sosial Kota Surabaya menuju Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur untuk keperluan identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, petugas menemukan barang-barang milik korban yang berceceran. “Di antaranya sebuah tas yang berisi gunting, serta sejumlah uang receh yang diduga terlempar keluar dari tas saat kejadian tabrakan terjadi,” tuturnya.

Sementara itu, terkait motif kejadian, apakah murni kecelakaan atau terdapat unsur kesengajaan atau bunuh diri masih diselidiki. Berbagai keterangan saksi dan bukti di lapangan sedang dikumpulkan untuk mengungkap fakta sebenarnya di balik tragedi pagi buta tersebut. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Keliling Kota Piala Dunia #14: Monterrey, Nonton Bola Berlatar Gugusan Pegunungan Sierra Madre

Berada di kaki Pegunungan Sierra Madre, Monterrey menjadi kota tuan rumah Piala Dunia 2026 yang…

1 day ago

Cegah Banjir saat Musim Hujan, Pemkab Sidoarjo Percepat Normalisasi Sungai dan Pembersihan Afvoer

Normalisasi sungai dan pembersihan afvoer di Kota Delta tidak hanya digeber saat musim hujan. Pemkab…

2 days ago

Keliling Kota Piala Dunia #13: Guadalajara, Dari Birria Legendaris hingga Gemuruh Piala Dunia 2026

Guadalajara adalah jantung budaya negara tersebut. Kota kapital di negara bagian Jalisco ini dikenal sebagai…

2 days ago

Viral di Medsos, Pemotor Nekat Lintasi Rel KA Sidotopo Surabaya, KAI Kecam Keras Sanksi Menanti

Aksi nekat pengendara sepeda motor yang melintas di atas jalur rel kereta api kawasan Sidotopo…

2 days ago

Tanggul Lumpur Sidoarjo Bocor, DPR dan Pemkab Desak Penanganan Cepat

Luberan lumpur Sidoarjo kembali menjadi perhatian setelah tanggul di titik P10D mengalami kebocoran sejak Jumat…

2 days ago

Kemenangan Inggris atas Norwegia Diselimuti Jejak Makam Raja Alfred Penumpas Viking

Sejarah terkadang bekerja dengan cara yang luar biasa misterius, seolah menolak disebut sebagai kebetulan belaka.…

2 days ago

This website uses cookies.