“Kami menyiagakan 18 armada Dump Truck (DT) khusus untuk mengangkut limbah kurban ini langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Selain itu, kami juga membagikan nomor kontak penanggung jawab rumen se-Surabaya untuk dilakukan penjemputan limbah pemotongan hewan kurban,” terangnya.
Khusus untuk limbah cair seperti darah, Fikser memberikan panduan teknis agar tidak dibuang sembarangan.
Ia mengimbau panitia kurban untuk menampung darah terlebih dahulu, misalnya dimasukkan ke dalam kantong plastik hingga membeku, baru kemudian dibuang ke TPS agar aman saat diangkut petugas.
“Kami berharap warga Surabaya semakin sadar. Kemudahan fasilitas sudah kami berikan, jadi mohon kerja samanya untuk tidak lagi mengotori sungai Kota Surabaya,” pungkasnya. (ahm)
Berbeda dengan jenis yoga lain yang lebih luwes dan bervariasi, Yoga Ashtanga memiliki ciri khas…
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pentingnya diversifikasi sumber pendanaan baru di luar sektor perbankan demi…
Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Surabaya gencar mendorong penerapan sistem budidaya perikanan berbasis…
Sebanyak 43.999 jemaah haji yang tergabung dalam 116 kloter dari Embarkasi Surabaya telah resmi diberangkatkan…
Universitas Negeri Surabaya (Unesa) resmi mengumumkan hasil seleksi jalur Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi…
Universitas Airlangga (Unair) resmi mengumumkan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT)…
This website uses cookies.