“Hal ini bisa mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di Surabaya. Namun catatannya, yang tampil dan memanfaatkannya adalah Dewan Kebudayaan, teman-teman kesenian, serta budayawan asli Surabaya,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Isa Ansori, mantan Wakil Ketua Tim Transformasi Lembaga Kebudayaan Surabaya yang turut hadir dalam acara, menilai pernyataan Wali Kota sebagai bentuk keberpihakan nyata Pemkot terhadap dunia seni dan budaya di Kota Pahlawan.
“Pernyataan Mas Wali Kota tentang akses seniman ke ruang publik seperti Balai Pemuda adalah bentuk afirmasi dan keberpihakan nyata Pemkot Surabaya. Ini sangat penting, karena ruang publik sejatinya adalah tempat tumbuhnya karya, kreativitas, dan ekspresi budaya arek-arek Suroboyo,” ungkap Isa.
Menurutnya, kebijakan ini membuktikan bahwa seni dan budaya dipandang sebagai unsur utama pembangunan kota, bukan sekadar pelengkap atau seremonial belaka. Pernyataan tersebut sekaligus menepis anggapan yang beredar bahwa akses ruang publik semakin sulit bagi komunitas seni.
“Ini menjadi pesan penting bahwa Balai Pemuda dan ruang publik lainnya tetap menjadi rumah bersama bagi seniman, komunitas budaya, anak muda kreatif, serta warga untuk berkarya dan berinteraksi dengan masyarakat luas,” pungkasnya. (ahm)
Page: 1 2
Timnas Meksiko akhirnya memutus kutukan panjang di fase gugur Piala Dunia setelah menumbangkan Ekuador dengan…
Prancis kembali menegaskan statusnya sebagai salah satu kandidat terkuat juara Piala Dunia 2026 setelah membungkam…
Persebaya Surabaya resmi menyatakan kesiapannya untuk mengikuti ajang Piala Presiden 2026. Keikutsertaan tim berjuluk Bajul…
RSPAL Dr. Ramelan Surabaya menjajaki kerja sama strategis dengan PT BRI Branch Office Surabaya Jemursari.…
Piala Dunia 2026 tak hanya menghadirkan kejutan di lapangan hijau, tetapi juga di meja restoran.…
Keberadaan puluhan jenis burung, kupu-kupu, kucing bakau, hingga kepiting pemanjat pohon menjadi bukti nyata bahwa…
This website uses cookies.