Categories: Kabar Haji

PPIH Embarkasi Surabaya Amankan 18 Jemaah Non-Prosedural di Bandara Juanda, Modus Pekerja Migran

METROTODAY, SURABAYA – Sebanyak 18 calon jemaah haji non-prosedural berhasil diamankan pihak Imigrasi Bandara Juanda, Surabaya. Pengungkapan ini merupakan hasil kerja Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Haji Non-Prosedural yang melibatkan berbagai instansi terkait.

Ketua PPIH Embarkasi Surabaya, Mohammad As’adul Anam menjelaskan satgas ini telah dibentuk secara nasional maupun di Jawa Timur dengan dipimpin Ditreskrimsus Polda Jatim serta didukung Imigrasi, Bea Cukai, dan pengelola bandara.

“Benar, sudah dibentuk Satgas Haji Non-Prosedural secara nasional dan Jawa Timur juga terlibat. Dipimpin oleh Ditreskrimsus Polda Jatim, dibantu Imigrasi, Bea Cukai, serta pihak bandara. Pengamanan ini bukan untuk menghambat, tapi demi keselamatan masyarakat karena layanan bagi rute tidak resmi itu tidak jelas,” ujarnya, Senin (18/5).

Lebih lanjut Anam menjelaskan 18 orang tersebut tidak berangkat melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) maupun biro travel resmi.

Mereka berangkat secara perorangan dan umumnya memiliki pengalaman tinggal di Arab Saudi dengan menempuh jalur transit lewat Malaysia atau Singapura.

“Modusnya mereka mendaftar sebagai pekerja migran dengan transit di Malaysia, padahal tujuan utamanya ingin berhaji. Kasus seperti ini banyak ditemukan di Batam maupun Jakarta, dan baru kali ini terungkap di Surabaya,” paparnya.

Sementara itu hingga keberangkatan jemaah Embarkasi Surabaya kloter 102, total jemaah yang diberangkatkan mencapai 38.690 orang atau sekitar 88 persen dari kuota keseluruhan.

Tercatat ada 14 jemaah meninggal dunia. Rinciannya, 12 orang wafat di Tanah Suci (Madinah dan Makkah) serta 1 orang meninggal saat masih di embarkasi dan 1 orang lagi meninggal setelah mendapatkan perawatan di RS Haji dan dipulangkan ke daerah.

Anam memastikan hak hak ibadah jemaah yang meninggal di tanah air tetap sah dan akan diselesaikan melalui mekanisme badal haji.

Sementara itu, masih ada 9 jemaah yang keberangkatannya tertunda karena alasan kesehatan.

“Yang tertunda tetap berjumlah 9 orang. Penyebabnya ada yang hamil, amnesia, gangguan jantung, hingga yang rutin menjalani cuci darah,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Malam Tirakat HUT ke-81 RI, Bupati Subandi Berupaya Wujudkan Indonesia Berdaulat, Adil, & Makmur

Peringatan HUT Kemerdekaan RI sangat monumental bagi seluruh rakyat Indonesia. Minggu malam (16/8/2026), digelar malam…

2 hours ago

HUT Ke-81 RI di Sidoarjo, Bupati Subandi Serahkan Remisi dan Apresiasi Inovasi Pelayanan Polresta

Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn memimpin upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan…

2 hours ago

Ratusan Pendaki Padati Pos Pendakian Sumber Lumpang, Kejar Upacara Bendera di Puncak Penanggungan

Fenomena pendaki yang ingin melakukan upacara 17 Agustus di puncak gunung semakin tinggi. Selain semangat…

10 hours ago

Pelaku Pelemparan Molotov ke Pos Polisi di Surabaya Diamankan, Penyidik Dalami Identitas dan Motif

Polisi bergerak cepat dan berhasil menangkap terduga pelaku pelemparan benda terbakar ke Pos Polisi Lalu…

11 hours ago

Pilu Gempa NTT: Ibu Peluk Bayinya Ditemukan Meninggal di Reruntuhan Rumah di Manggarai Timur

Duka mendalam menyelimuti warga Desa Liang Deruk, Kecamatan Lambaleda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara…

12 hours ago

Update Gempa NTT: 53 Orang Meninggal, Pemprov NTT Tetapkan 14 Hari Tanggap Darurat

Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur…

12 hours ago

This website uses cookies.