“Yang lama kan (mobil konvensional) ada empat, dan yang baru nanti ada empat. Jadi total nanti ada delapan mobil perpustakaan,” ungkapnya.
Menurut Yusuf, pemilihan kendaraan listrik untuk armada baru ini didasari oleh dua tujuan utama, yaitu untuk meningkatkan efisiensi operasional layanan sekaligus mendukung program penerapan konsep transportasi ramah lingkungan di Kota Surabaya.
“Kita pakai mobil perpustakaan listrik, agar efektif, praktis dan ramah lingkungan,” imbuhnya.
Lebih lanjut ia menuturkan, konsep ramah lingkungan menjadi nilai utama yang diusung pemerintah kota dalam pengembangan layanan ini. Hal ini sejalan dengan visi pembangunan kota yang berkelanjutan.
“Terkait keunggulan armada baru tersebut, Yusuf menyebut konsep ramah lingkungan menjadi salah satu nilai utama yang diusung Pemkot Surabaya dalam pengembangan layanan perpustakaan keliling. Harapannya ya tadi, kalau kita menyesuaikan agar ramah lingkungan dan lain-lain,” katanya.
Agar layanan dapat berjalan merata dan menjangkau seluruh kawasan di Kota Pahlawan, Dispusip juga akan membagi wilayah operasional bagi kedelapan mobil tersebut, baik armada lama maupun yang baru.
Pembagian wilayah ini disesuaikan dengan kebutuhan dan kepadatan warga di setiap kecamatan. “Nanti kita bagi wilayah. Karena ada mobil perpustakaan yang lama, ada yang baru,” pungkasnya. (ahm)
Page: 1 2
Cuaca di Kota Surabaya akhir-akhir ini mengalami perubahan iklim yang memicu peningkatan suhu udara menjadi…
Mulai Jumat (14/8) pukul 15.15 WIB, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya resmi menerapkan sistem parkir…
Menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah…
Di usia yang telah menginjak 72 tahun, Tri Prasetiyowati tak berhenti menimba ilmu. Pada Wisuda…
ANGKA 81 tahun adalah usia yang cukup panjang bagi sebuah bangsa untuk bercermin. Bukan lagi…
Persebaya Surabaya meraih kemenangan tipis 1-0 atas Penang FC dalam laga uji coba internasional yang…
This website uses cookies.