“Saya bisa membedakan mana daging yang matang dan tidak. Tapi yang jelas dari bumbu daging tersebut rasanya kurang pas. Terutama daging ayam, masih ada bagian yang berwarna merah kemerahan seperti ada darahnya. Saya kurang tahu ya, apakah sudah matang atau tidak, tapi yang jelas rasanya kurang pas,” ungkapnya.
Siswi itu juga menyampaikan jika reaksi teman-temannya berbeda-beda saat menyantap hidangan tersebut.
Sebagian ada yang memakan sampai habis, namun banyak juga yang memilih tidak memakannya karena merasa ada yang tidak beres dengan rasa makanan hari itu.
Tak lama setelah memakan atau sekadar mencicipi, banyak dari mereka yang mulai mengeluh mual hingga muntah, yang kemudian menjadi indikasi awal terjadinya dugaan keracunan massal ini.
Hingga kini, pihak berwenang dan tim kesehatan masih melakukan penelusuran lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti dan menindaklanjuti kasus ini demi keamanan program MBG ke depan.
Berdasarkan data awal yang terhimpun, setidaknya ada 12 sekolah yang melaporkan siswanya mengalami gejala kesehatan serupa setelah menyantap makanan program MBG tersebut.
Hingga sore, jumlah siswa yang terdampak tercatat mencapai hampir 200 anak yang tersebar di belasan lembaga pendidikan. (ahm)
Page: 1 2
Aksi demo yang digelar sekelompok massa di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (26/6), berakhir…
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendorong terwujudnya integrasi layanan kesehatan melalui sistem Satu Data Kesehatan…
Sebanyak 34.457 jemaah haji telah tiba di tanah air melalui Debarkasi Surabaya. Proses kepulangan yang…
Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya secara resmi telah menuntaskan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang…
Amerika Serikat menutup fase grup Piala Dunia 2026 dengan kekalahan dramatis 2-3 dari Turki dalam…
Paraguay dan Australia menutup perjuangan mereka di Grup D Piala Dunia 2026 dengan hasil imbang…
This website uses cookies.