“Saya bisa membedakan mana daging yang matang dan tidak. Tapi yang jelas dari bumbu daging tersebut rasanya kurang pas. Terutama daging ayam, masih ada bagian yang berwarna merah kemerahan seperti ada darahnya. Saya kurang tahu ya, apakah sudah matang atau tidak, tapi yang jelas rasanya kurang pas,” ungkapnya.
Siswi itu juga menyampaikan jika reaksi teman-temannya berbeda-beda saat menyantap hidangan tersebut.
Sebagian ada yang memakan sampai habis, namun banyak juga yang memilih tidak memakannya karena merasa ada yang tidak beres dengan rasa makanan hari itu.
Tak lama setelah memakan atau sekadar mencicipi, banyak dari mereka yang mulai mengeluh mual hingga muntah, yang kemudian menjadi indikasi awal terjadinya dugaan keracunan massal ini.
Hingga kini, pihak berwenang dan tim kesehatan masih melakukan penelusuran lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti dan menindaklanjuti kasus ini demi keamanan program MBG ke depan.
Berdasarkan data awal yang terhimpun, setidaknya ada 12 sekolah yang melaporkan siswanya mengalami gejala kesehatan serupa setelah menyantap makanan program MBG tersebut.
Hingga sore, jumlah siswa yang terdampak tercatat mencapai hampir 200 anak yang tersebar di belasan lembaga pendidikan. (ahm)
Page: 1 2
Arus lalu lintas di Jalan Raya Dupak, Kecamatan Bubutan, Surabaya tersendat pada Rabu (12/8) siang.…
Mantan pegawai kontrak non-ASN Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Pemkot Surabaya, Tio Ferdian Rahmana…
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman hadir langsung dalam prosesi pengukuhan wisuda Universitas Negeri Surabaya…
Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Jatim, Syaiful Anam, membeberkan ciri-ciri media yang baik…
BRI Region 12 Surabaya melalui BRI Kantor Cabang (Kancab) Kapas Krampung Surabaya menyerahkan bantuan satu…
Kanwil Kemenag Jatim turut menyemarakkan Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Geber Masjid) Tahun 2026 yang digelar serentak…
This website uses cookies.