“Saya bisa membedakan mana daging yang matang dan tidak. Tapi yang jelas dari bumbu daging tersebut rasanya kurang pas. Terutama daging ayam, masih ada bagian yang berwarna merah kemerahan seperti ada darahnya. Saya kurang tahu ya, apakah sudah matang atau tidak, tapi yang jelas rasanya kurang pas,” ungkapnya.
Siswi itu juga menyampaikan jika reaksi teman-temannya berbeda-beda saat menyantap hidangan tersebut.
Sebagian ada yang memakan sampai habis, namun banyak juga yang memilih tidak memakannya karena merasa ada yang tidak beres dengan rasa makanan hari itu.
Tak lama setelah memakan atau sekadar mencicipi, banyak dari mereka yang mulai mengeluh mual hingga muntah, yang kemudian menjadi indikasi awal terjadinya dugaan keracunan massal ini.
Hingga kini, pihak berwenang dan tim kesehatan masih melakukan penelusuran lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti dan menindaklanjuti kasus ini demi keamanan program MBG ke depan.
Berdasarkan data awal yang terhimpun, setidaknya ada 12 sekolah yang melaporkan siswanya mengalami gejala kesehatan serupa setelah menyantap makanan program MBG tersebut.
Hingga sore, jumlah siswa yang terdampak tercatat mencapai hampir 200 anak yang tersebar di belasan lembaga pendidikan. (ahm)
Page: 1 2
Dinas Komunikasi dan Informatika Sidoarjo aktif untuk menggali berbagai potensi yang ada di desa-desa. Memacu…
Kepala SPPG) Tembok Dukuh Surabaya, Chalfi Alida Najla, memberikan penjelasan resmi terkait dugaan pihaknya menjadi…
Insiden dugaan keracunan makanan yang menimpa ratusan siswa usai mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis…
Potensi pasar otomotif Jawa Timur masih menarik perhatian produsen kendaraan asal Korea Selatan, KIA. PT…
Kasus dugaan keracunan makanan massal menimpa ratusan siswa tingkat SD dan SMP di wilayah Kelurahan…
Pemkab Sidoarjo terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui program Beasiswa Pemkab Sidoarjo Tahun…
This website uses cookies.