“Hari ini kita lakukan penyambungan, kita perbaiki sistemnya, agar satu wilayah dapat terhubung dengan wilayah lainnya. Banjir itu bukan hanya soal besar kecilnya saluran, tapi karena jaringannya belum menyatu. Maka langkah utama yang kita lakukan sekarang adalah memperkuat hubungan antar saluran dan mengevaluasi keseluruhan sistem yang ada,” ujar Eri, Rabu (6/5).
Ia menjelaskan bahwa sistem drainase harus dibangun secara berkesinambungan mencakup kawasan Gayungsari, Ahmad Yani, Prapen, Tenggilis Mejoyo hingga Panjang Jiwo.
Hal ini penting mengingat lokasi pembuangan akhir di Avur Wonorejo memiliki jarak yang cukup jauh dari wilayah-wilayah tersebut.
“Seperti yang sudah saya sampaikan, jarak menuju tempat pembuangan akhir di Wonorejo itu sangat jauh. Jalurnya dimulai dari Karah baru terhubung sampai melewati kawasan Rumah Sakit UBAYA di Tenggilis Mejoyo. Inilah yang menjadi tantangan utama yang harus kita atasi,” jelasnya.
Selain konektivitas, penyesuaian ketinggian dasar saluran juga menjadi fokus utama. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan bahwa sebagian saluran sudah dibangun dengan baik, namun aliran air tidak berjalan lancar karena perbedaan ketinggian di beberapa titik.
Fardhan Aruna Syafzani Wibowo, 13 tahun, jemaah haji termuda dari Bali, tiba di Asrama Haji…
Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya menerima kunjungan pengawasan dari tim Ombudsman Jawa Timur terkait pelaksanaan…
S, 50 tahun, warga Kalianak Timur Gang Rachmat, Surabaya. Ia menjadi korban pencurian kendaraan bermotor…
Pemkab Sidoarjo mempercepat pembangunan infrastruktur jalan melalui program betonisasi sejumlah ruas strategis pada 2026. Langkah…
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mulai menyalurkan bantuan pangan dari pemerintah pusat kepada masyarakat penerima manfaat di…
Lembaga pemeringkatan pendidikan tinggi internasional, Quacquarelli Symonds (QS), resmi merilis hasil terbaru QS World University…
This website uses cookies.