Categories: Surabaya

Heboh Isu Pelecehan Seksual di Kampus, Unair Pastikan Kasus Sudah Ditangani dan Diberi Sanksi

METROTODAY, SURABAYA – Kasus dugaan pelecehan seksual di kampus yang diduga dilakukan mahasiswa juga terjadi di Surabaya.

Media sosial dihebohkan dengan beredarnya unggahan yang menyoroti dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan sejumlah mahasiswa Universitas Airlangga (Unair).

Dalam postingan akun Instagram @unairjournal, tertera peringatan keras bertuliskan “Hati-hati Predator Seksual” dan “Bukan Khilaf, Tapi Bejat”.

Postingan yang sudah mendapatkan 5.000 lebih like ini menyorot ulah empat oknum mahasiswa Unair yang diduga menjadi predator seksual.

Menanggapi viralnya isu tersebut, pihak kampus akhirnya buka suara. Melalui akun resmi @komunikasi.unair, Departemen Komunikasi Unair memberikan klarifikasi resmi.

Pihaknya menegaskan mengecam keras segala bentuk kekerasan seksual dan mendukung penuh upaya penegakan aturan di lingkungan kampus.

“Departemen Komunikasi menyimak dengan seksama perkembangan wacana di media sosial. Kami tentu mengecam segala tindak kekerasan seksual dan mendukung penuh langkah Satgas PPKPT dalam mengusut setiap kasus,” bunyi pernyataan resmi tersebut.

Dijelaskan bahwa kasus yang melibatkan mahasiswa Departemen Komunikasi sebenarnya sudah ditangani secara prosedural sejak awal.

Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (PPKPT) Unair telah memproses dan menetapkan sanksi yang terukur sesuai pertimbangan dan kebijakan pimpinan universitas.

Dalam kesempatan itu, pihak departemen juga menghimbau agar masyarakat dan mahasiswa tidak memberikan sanksi sosial di luar jalur hukum yang sudah ditetapkan.

“Kami menghimbau untuk menghormati keputusan sanksi prosedural yang telah ditetapkan. Mari hindari sanksi sosial seperti cyberbully yang justru bisa berpotensi melanggar hak asasi korban maupun pelaku,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Pusat Hubungan Masyarakat dan Protokoler Unair, Pulung Siswantara, membenarkan hal tersebut.

Ia menjelaskan bahwa isu yang viral ini bukanlah kasus baru, melainkan kasus lama yang sudah melalui proses hukum internal.

“Kasus ini bukan kasus baru. Tiga kasus sudah ditangani dan pelaku telah diberikan sanksi sesuai rekomendasi Satgas PPKPT,” kata Pulung saat dikonfirmasi, Kamis (23/4/2026).

Untuk satu kasus lain, lanjut dia, masih dalam tahap proses penanganan oleh tim internal.

Pulung memastikan bahwa selama proses berlangsung, pihak kampus tidak membiarkan korban sendirian.

“Para korban tidak dibiarkan sendiri dan telah mendapatkan pendampingan intensif dari Satgas PPKPT,” jelasnya.

Sayang terkait jenis sanksi yang telah dijatuhkan, termasuk kemungkinan sanksi Drop Out (DO), pihak kampus enggan merinci secara spesifik.

Mereka hanya menyebutkan bahwa hukuman diberikan secara bervariasi sesuai dengan berat ringannya pelanggaran yang sudah diverifikasi.

Meski demikian, Pulung menegaskan komitmen kuat pimpinan universitas untuk menindak tegas pelaku demi menjaga keamanan dan kenyamanan bersama.

“Komitmen pimpinan kami jelas bahwa kasus seperti ini harus ditindak tegas untuk upaya menciptakan ruang aman dan nyaman bagi seluruh sivitas akademika,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Sidoarjo Jadi Kabupaten STBM 5 Pilar, Bukti Budaya Hidup Bersih di Masyarakat

Upaya panjang Pemkab Sidoarjo membangun budaya hidup bersih dan sehat akhirnya membuahkan hasil. Resmi menyandang…

10 hours ago

Harkopnas ke-79, Momentum Serukan Kebangkitan Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Nasional

Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) sukses menyelenggarakan acara Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tingkat…

12 hours ago

Isu HIV di Kalangan Pelajar Merupakan Akumulasi Kasus, Dinkes Sidoarjo: Edukasi dan Pendampingan Harus Jadi Prioritas

Isu yang menyebut ratusan pelajar di Kabupaten Sidoarjo terjangkit HIV sempat memicu keresahan masyarakat. Bahkan…

20 hours ago

70 Persen Wabah Baru dari Hewan, Surabaya Perkuat Pencegahan Zoonosis Termasuk Leptospirosis dan Rabies

Sekitar 70 persen penyakit menular baru yang berpotensi wabah berasal dari hewan. Menjawab ancaman itu,…

23 hours ago

Mentan Amran Janji Bayar Rp 100 Miliar Jika Benih Jagung ITS Hasilkan 10 Ton per Hektare

Kementerian Pertanian RI memberikan dukungan nyata hilirisasi riset perguruan tinggi dengan membeli sejumlah alat pertanian…

1 day ago

Muatan Berat dan Jalan Miring, Tossa Tercebur ke Sungai di Kenjeran Surabaya, Pengemudi Selamat

Sebuah kendaraan roda tiga atau tossa bernomor polisi L 3539 EX yang mengangkut material bangunan…

1 day ago

This website uses cookies.