Categories: Surabaya

Pemkot Surabaya Siapkan Rusunami Khusus Gen Z, Harga Mulai Rp 100 Juta

METROTODAY, SURABAYA – Pemkot Surabaya berencana membangun Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) yang dikhususkan untuk Generasi Z (Gen Z). Pembangunan ini ditujukan agar kaum milenial dan Gen Z bisa memiliki hunian pribadi dengan harga yang sangat terjangkau.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyebutkan bahwa pembangunan rusunami ini akan dilaksanakan di dua lokasi strategis, yakni kawasan Tambak Wedi dan Rungkut.

Sasaran utamanya adalah warga Surabaya yang masuk kategori Gen Z, terutama yang baru menikah, termasuk di dalamnya Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Kita membuatkan rusunami untuk Gen Z yang baru menikah, terutama untuk ASN-ASN yang baru menikah dan itu orang Surabaya,” ujar Eri Cahyadi, Kamis (2/4).

Berbeda dengan unit rusunami yang sudah ada sebelumnya yang umumnya hanya memiliki satu kamar, desain hunian kali ini dirancang lebih layak huni untuk sebuah keluarga kecil.

Setiap unit akan dilengkapi dengan minimal dua kamar tidur serta fasilitas lift yang setara dengan apartemen modern.

Pemkot Surabaya siapkan rusunami bagi kaum milenial. (Foto: istimewa)

“Jadi rusunami ini bukan yang punya satu kamar, tapi unitnya yang ada dua kamar. Sehingga mereka bisa tinggal di situ ketika menikah dan punya anak. Harganya insyaallah di bawah Rp 500 juta. Ada yang Rp 100 juta, ada yang Rp 200 juta, dan ini masih kita hitung,” ungkapnya.

Eri menjelaskan, konsep Rusunami berbeda dengan Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa). Jika Rusunawa dibangun oleh Pemkot dengan sistem sewa, maka Rusunami ini dibangun bekerja sama dengan pihak swasta dan unitnya bisa dimiliki atau dibeli oleh warga.

“Kalau rusunawa kan yang membangun pemkot, yang menempati warga, yang memperbaiki pemkot. Nah, kalau rusunami setelah membeli, yang merawat kan mereka (pemilik unit), sama seperti sistem di apartemen,” jelasnya.

Keputusan menyasar Gen Z diambil karena populasi generasi ini di Surabaya dinilai sangat masif. Eri memprediksi pada tahun 2029, populasi Gen Z bisa mencapai 80 persen.

Selain itu, program ini juga menjadi upaya konkret untuk menyejahterakan warga dan mengubah taraf hidup keluarga kurang mampu.

“Ketika yang hari ini ada yang orang tuanya tinggal di rusunawa dan tidak bisa memiliki rumah, maka kami siapkan anak-anaknya yang kami kuliahkan sehingga bisa bekerja, mengubah nasib orang tuanya dan harapan kami bisa membeli rusunami ini,” harapnya.

Untuk bisa mendapatkan unit ini, terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi. Calon pembeli wajib berstatus sebagai warga Surabaya, masuk kategori Gen Z, baru menikah, belum memiliki rumah, serta berasal dari keluarga kurang mampu yang akan diverifikasi terlebih dahulu.

“Karena nanti kita cek, dia termasuk warga kurang mampu atau tidak. Kemudian apakah dia termasuk Gen Z yang baru menikah dan memiliki rumah atau tidak? Jadi sejauh itu nanti yang akan kita lakukan,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Wali Kota Pastikan Ruang Publik Surabaya Bebas Dimanfaatkan Seniman

Pemkot Surabaya kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong perkembangan seni dan kebudayaan melalui kebijakan pengelolaan ruang…

2 hours ago

Kurang 4 Hari, 38.286 Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Diberangkatkan ke Tanah Suci

Hingga memasuki hari ke-27 pelaksanaan operasional, proses pemberangkatan jemaah haji dari Embarkasi Surabaya terus berjalan…

2 hours ago

Kemenhaj Tegaskan Aturan tentang Dam Haji, Fasilitasi Perbedaan Fikih Jemaah

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menegaskan tidak akan mencabut surat edaran dam (denda)…

3 hours ago

Pasca Kebakaran PPJT RSUD Dr. Soetomo, PERSI Jatim Ingatkan Kewajiban Standar Keselamatan Rumah Sakit

Pasca insiden kebakaran yang terjadi di lantai 5 Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD…

4 hours ago

Pelayanan RSUD Dr. Soetomo Tetap Berjalan Pasca Kebakaran Gedung PPJT, Ada Penyesuaian Operasional

Pasca terjadinya peristiwa kebakaran di lantai 5 Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) pada Jumat,…

5 hours ago

12 Titik Tak Terlihat, Hilal Terpantau di Lamongan, Pemerintah Tetapkan Idul Adha 27 Mei 2026

Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Jawa Timur telah melaksanakan kegiatan pemantauan bulan atau…

16 hours ago

This website uses cookies.