Categories: Surabaya

Petugas Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya Amankan Puluhan Burung Langka dari Pemudik Papua

METROTODAY, SURABAYA – Petugas keamanan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan puluhan burung langka yang dibawa oleh pemudik asal Papua. Satwa-satwa dilindungi tersebut ditemukan saat petugas melakukan pemeriksaan ketat terhadap barang bawaan penumpang kapal laut yang bersandar di pelabuhan.

Penemuan ini bermula ketika kapal Pelni KM Gunung Dempo tiba di dermaga. Saat proses penurunan penumpang, petugas mencurigai sejumlah barang bawaan dan segera melakukan penggeledahan. Hasilnya, ditemukan puluhan ekor burung yang terdiri dari berbagai jenis, seperti kakatua, nuri, hingga burung jagal Papua.

Sangat disayangkan, beberapa ekor burung ditemukan dalam kondisi mati. Diduga, satwa-satwa tersebut tidak mampu bertahan akibat suhu panas yang ekstrem di dalam tempat penyimpanan selama perjalanan panjang di atas kapal.

Kotak berisi puluhan burung langka yang diamankan dari pemudik warga Papua di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. (Foto: Istimewa)

Kepala Cabang Pelni Surabaya, Roni Abdullah, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap barang bawaan yang melanggar hukum.

“Setiap apa pun yang turun pasti kita lakukan pengecekan. Kalau tidak sesuai aturan, pasti kita tahan dan kita tindaklanjuti. Untuk burung, kita koordinasi dengan teman-teman BKSDA,” ujar Roni, Minggu (22/3).

Pemeriksaan ini melibatkan tim keamanan gabungan guna memastikan tidak ada komoditas ilegal yang lolos ke daratan. Roni menjelaskan bahwa pengawasan dilakukan secara menyeluruh terhadap semua muatan yang turun dari kapal.

“Yang jelas setiap apa pun yang turun pasti kita juga lakukan pengecekan di sini ya. Artinya kalau barang apa pun itu kalau tidak sesuai dengan aturan dari kita pasti kita akan tindaklanjuti dan kita tahan oleh pihak tim pengamanan kita ya. Kita dibantu saat ini untuk pengamanan dibantu oleh bapak-bapak dari Angkatan Laut tadi bekerja sama dengan beliau,” tambahnya.

Setelah diamankan oleh tim gabungan dan TNI AL, seluruh burung tersebut langsung diserahkan kepada pihak yang berwenang untuk penanganan lebih lanjut dan konservasi.

“Selanjutnya pihak yang berwenanglah yang nanti yang menindaklanjuti atas temuan yang kita temukan. Nah, kalau burung biasanya kita berkoordinasi dengan kepala teman-teman dari BKSDA ya terkait temuan burung-burung ini,” ujar Roni.

Hingga saat ini, kasus penemuan burung langka tersebut masih dalam penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang. Petugas mengimbau kepada seluruh masyarakat agar mematuhi aturan undang-undang dan tidak membawa satwa dilindungi tanpa izin resmi demi menjaga kelestarian ekosistem. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Mahasiswa Perantau di Surabaya Tak Pulang Lebaran ke Kampung Halaman, Ini Alasannya!

Wira Dharma Alrasyid, mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) asal Aceh, memutuskan untuk tidak pulang ke rumah…

9 hours ago

Konsumsi Jelang Lebaran: Wajar Asal Jangan Sampai Konsumtif

Masyarakat Indonesia umumnya meningkatkan konsumsi menjelang Hari Raya Idul Fitri. Kebutuhan yang dibeli meliputi pakaian…

10 hours ago

Inovasi Yoghurt Maja Buatan Mahasiswa Surabaya untuk Kesehatan Pencernaan saat Lebaran

Mahasiswa Universitas Kristen (UK) Petra memperkenalkan GO! MAJA, sebuah inovasi pangan fungsional berbasis greek yoghurt…

11 hours ago

Hendak Bersilahturahmi Lebaran, Tiga Mobil Tabrakan Beruntun di Jalan Ahmad Yani Surabaya

Kecelakaan lalu lintas beruntun melibatkan tiga mobil terjadi di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Gayungan, Kota…

11 hours ago

WFH Sehari dalam Sepekan Jadi Strategi Hemat Energi, Konsumsi BBM Turun 20 Persen

Pemerintah menyiapkan langkah-langkah penghematan energi nasional. Eskalasi di Timur Tengah dengan peran antara Israel-Amerika Serikat…

19 hours ago

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Makam Tengah sebagai Titik Sentral (3)

Luas Makam Islam Desa Tambaksumur sekitar 1 hektare. Di sudut timur laut, terdapat bangunan calon…

21 hours ago

This website uses cookies.