Categories: Surabaya

Ratusan Umat Hindu Surabaya Pawai Ogoh-Ogoh Menyambut Nyepi Tahun Saka 1948

METROTODAY, SURABAYA – Menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1948, ratusan umat Hindu menggelar Pawai Seni Ogoh-Ogoh pada Rabu (18/3) di kawasan parkir Pura Segara. Tempat tersebut dipadati masyarakat yang antusias menyaksikan jalannya pawai.

Langit mendung yang menaungi kawasan tersebut tak menyurutkan semangat peserta. Umat Hindu bersama warga tetap mengikuti jalannya pawai dengan penuh antusias, menyatu dalam suasana yang hangat dan penuh kebersamaan.

Ogoh-ogoh berbentuk raksasa diarak dengan penuh semangat, menampilkan kreativitas sekaligus menyimpan makna filosofis sebagai representasi sifat-sifat negatif yang harus disucikan menjelang pelaksanaan Catur Brata Penyepian.

Staf Ahli Wali Kota Surabaya Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Maria Theresia Ekawati Rahayu (Yayuk), dalam sambutannya menegaskan bahwa pawai ogoh-ogoh bukan sekadar tradisi, melainkan sarana refleksi diri bagi umat.

“Pawai ogoh-ogoh merupakan wujud kreativitas yang sarat makna, sebagai simbol penyucian diri dan alam semesta dari pengaruh negatif sebelum melaksanakan Catur Brata Penyepian,” ujar Yayuk.

Ia menjelaskan, melalui momentum tersebut, masyarakat diajak untuk mengevaluasi diri dari berbagai sifat negatif seperti ego, iri hati, dan dengki, guna menciptakan kehidupan yang lebih harmonis.

Suasana meriah di Pura Segara Kenjeran, Rabu (18/3), dengan pawai ogoh-ogoh menjelang Nyepi yang jatuh pada Kamis (19/3). (Foto: Ahmad/METROTODAY)

“Sebagai kota yang menjunjung tinggi keberagaman, Surabaya berkomitmen untuk terus menjaga nilai toleransi, persatuan, dan keharmonisan di tengah perbedaan budaya dan keyakinan,” jelasnya.

Yayuk menambahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya turut mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam menyukseskan kegiatan ini. Dukungan tersebut dinilai menjadi bukti kuatnya kolaborasi dalam menjaga keberagaman dan keharmonisan sosial di Kota Pahlawan.

“Melalui pawai ogoh-ogoh ini, diharapkan energi positif dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat nilai-nilai toleransi yang telah lama menjadi fondasi kehidupan warga Surabaya,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Surabaya, Ketut Gotra Astika, menyebut rangkaian kegiatan Nyepi tahun ini telah berjalan dengan lancar, dimulai dari upacara Melasti di laut hingga pelaksanaan Tawur Agung.

“Seluruh rangkaian Hari Raya Nyepi, mulai dari Melasti, Tawur Agung, Tawur Kesanga, hingga pawai ogoh-ogoh Tahun Saka 1948 dapat terselenggara dengan baik,” ujar Ketut.

Ia menambahkan, pawai ogoh-ogoh tidak hanya menjadi tradisi budaya, tetapi juga mengandung pesan moral yang mendalam bagi kehidupan.

“Berawal dari pikiran yang positif akan melahirkan perkataan dan perbuatan yang positif, hingga akhirnya membentuk karakter yang baik dan membawa kehidupan yang lebih baik pula,” tuturnya.

Ketut juga menyampaikan terima kasih atas kehadiran perwakilan Pemkot Surabaya sebagai wujud dukungan dalam menjaga toleransi.

Ia pun mendoakan agar Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi beserta seluruh jajaran Pemkot Surabaya senantiasa diberikan kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan tugas.

“Kehadiran ini menjadi bukti komitmen bersama untuk terus merawat persatuan dan menjaga toleransi di Kota Surabaya,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Semifinal dan Final Piala Presiden 2026 Digelar di Bali, Surabaya Dijanjikan Tuan Rumah Tahun Depan

Kota Surabaya menjadi tuan rumah konferensi pers babak semifinal dan final Piala Presiden 2026 yang…

7 hours ago

Bunga Mekar di Atas Awan, Ronie Parero Angkat Filosofi Kebebasan Bermimpi di IFW 2026

Desainer asal Jawa Timur, Ronie Parero turut meramaikan gelaran Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 yang…

9 hours ago

Bupati Subandi Pimpin Razia Serentak, Ribuan Botol Miras Disita di Sidoarjo

Razia serentak yang digelar bersama Forkopimda dan Forkopimka di 18 kecamatan, Sabtu (1/8) malam, membuahkan…

11 hours ago

KM Mutiara Sentosa 2 Terbakar di Laut Sumenep, 231 Selamat, 5 Meninggal, Korban Dievakuasi ke Surabaya, Lombok dan Sumenep

Proses penyelamatan penumpang dan awak kapal KM Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di perairan Sumenep,…

12 hours ago

Budaya Indonesia Menjangkau Hati Berbeda Bangsa dalam Indonesia Day on the Creek 2026(2)

Indonesia Day on the Creek bukan sekadar festival, tetapi ruang untuk membangun hubungan melalui budaya.

12 hours ago

Suara Reog Mengubah Langit Maryland saat Indonesia Day on the Creek 2026 (1)

Untuk pertama kalinya, suara gamelan, denting angklung, dan hentakan musik Reog Ponorogo menggema sepanjang hari…

13 hours ago

This website uses cookies.