6 March 2026, 5:18 AM WIB

Warga Surabaya Gelar Tahlil dan Doa atas Gugurnya Pimpinan Iran Ali Khamenei

spot_img

METROTODAY, SURABAYA – Gerakan Anti Zionis dan Amerika (Gaza) menggelar tahlil dan doa bersama di kawasan Margorejo, Surabaya, atas gugurnya pemimpin besar Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Ali Khamenei gugur pada Sabtu (28/2) waktu setempat akibat serangan udara yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat.

Nyala lilin dan bunga menjadi simbol duka dalam acara tersebut. Tidak hanya tahlil yang menggema namun doa bersama, pembacaan puisi, dan refleksi singkat terkait peristiwa yang telah terjadi.

Menurut koordinator Gaza, Muhammad Hafi, acara tahlil dan doa bersama ini untuk mengenang Ali Khamenei yang tidak hanya memimpin besar Iran tapi juga memimpin kaum muslimin yang tegak berdiri sendiri melawan kaum zionis Israel.

“Ali Khamenei tidak hanya memimpin besar Iran tapi juga memimpin kaum muslim yang tegak berdiri sendirian melawan kaum zionis Israel. Kami melakukan refleksi terhadap apa yang dilakukan terhadapnya atas bantuan kepada bangsa Palestina karena kita disini berdiri sebagai gerakan anti zionis dan Amerika,” tuturnya, Kamis (5/3).

Ia juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei, yang dianggap sebagai pembela Palestina.

“Maka dengan ini kami ingin belasungkawa karena saat ini bangsa Palestina tidak memiliki ayah yang telah membela mereka selama ini untuk melawan zionis Israel,” ujar Hafi.

Hafi juga menegaskan para pemimpin Islam di Arab dan Indonesia mereka bergeming dengan semua kedzaliman yang menimpa kaum palestina.

“Oleh karena itu kami tidak mewakili suatu madzhab tertentu tapi mewakili sebuah entitas yang bernama manusia dan masih memiliki logika berhati nurani untuk melawan kaum tertindas,” ucapnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan pesan kepada bangsa Indonesia agar berhenti berdiri di belakang Amerika dengan alasan apapun.

“Kami menuntut agar Indonesia segera keluar dan tidak berpartisipasi pada Board of Peace (BoP) yang nyata-nyata tidak memiliki legalitas dan kompetensi sebagai badan internasional yang bisa memberikan situasi damai. Alih-alih mendamaikan, justru kelompok ini berpartisipasi dalam tindakan kekacauan yang dibuat Amerika dan Israel dalam perang melawan Iran yang selama ini diketahui sebagai pembela bangsa Palestina,” tegasnya.

Bagi seluruh umat muslim di Indonesia, ia mengajak untuk bersatu dan menghentikan narasi perpecahan Sunni Syiah dalam melihat konstalasi dan dinamika pembelaan terhadap Palestina. (ahm)

spot_img

METROTODAY, SURABAYA – Gerakan Anti Zionis dan Amerika (Gaza) menggelar tahlil dan doa bersama di kawasan Margorejo, Surabaya, atas gugurnya pemimpin besar Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Ali Khamenei gugur pada Sabtu (28/2) waktu setempat akibat serangan udara yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat.

Nyala lilin dan bunga menjadi simbol duka dalam acara tersebut. Tidak hanya tahlil yang menggema namun doa bersama, pembacaan puisi, dan refleksi singkat terkait peristiwa yang telah terjadi.

Menurut koordinator Gaza, Muhammad Hafi, acara tahlil dan doa bersama ini untuk mengenang Ali Khamenei yang tidak hanya memimpin besar Iran tapi juga memimpin kaum muslimin yang tegak berdiri sendiri melawan kaum zionis Israel.

“Ali Khamenei tidak hanya memimpin besar Iran tapi juga memimpin kaum muslim yang tegak berdiri sendirian melawan kaum zionis Israel. Kami melakukan refleksi terhadap apa yang dilakukan terhadapnya atas bantuan kepada bangsa Palestina karena kita disini berdiri sebagai gerakan anti zionis dan Amerika,” tuturnya, Kamis (5/3).

Ia juga menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei, yang dianggap sebagai pembela Palestina.

“Maka dengan ini kami ingin belasungkawa karena saat ini bangsa Palestina tidak memiliki ayah yang telah membela mereka selama ini untuk melawan zionis Israel,” ujar Hafi.

Hafi juga menegaskan para pemimpin Islam di Arab dan Indonesia mereka bergeming dengan semua kedzaliman yang menimpa kaum palestina.

“Oleh karena itu kami tidak mewakili suatu madzhab tertentu tapi mewakili sebuah entitas yang bernama manusia dan masih memiliki logika berhati nurani untuk melawan kaum tertindas,” ucapnya.

Selain itu, ia juga menyampaikan pesan kepada bangsa Indonesia agar berhenti berdiri di belakang Amerika dengan alasan apapun.

“Kami menuntut agar Indonesia segera keluar dan tidak berpartisipasi pada Board of Peace (BoP) yang nyata-nyata tidak memiliki legalitas dan kompetensi sebagai badan internasional yang bisa memberikan situasi damai. Alih-alih mendamaikan, justru kelompok ini berpartisipasi dalam tindakan kekacauan yang dibuat Amerika dan Israel dalam perang melawan Iran yang selama ini diketahui sebagai pembela bangsa Palestina,” tegasnya.

Bagi seluruh umat muslim di Indonesia, ia mengajak untuk bersatu dan menghentikan narasi perpecahan Sunni Syiah dalam melihat konstalasi dan dinamika pembelaan terhadap Palestina. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait