Banjir di Osowilangun yang terjadi Minggu malam sampai Senin siang masih terlihat. Warga yang beraktivitas sempat terganggu. (Foto: istimewa)
METROTODAY, SURABAYA – Banjir melanda kawasan Osowilangun akibat hujan berintensitas tinggi yang diperparah oleh kenaikan muka air laut.
Setelah air surut, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya segera melakukan penelusuran lapangan dan menemukan bahwa salah satu penyebab utama banjir adalah saluran air yang tersumbat oleh tumpukan sampah.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Hidayat Syah, menyampaikan bahwa petugas langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh pada saluran bawah tanah setelah kondisi membaik.
“Sejak pagi kami sudah turun ke lapangan untuk memastikan kondisi saluran. Fokus kami membersihkan sampah di dalam saluran bawah jalan agar aliran kembali normal. Pengerukan masih terus dilakukan secara bertahap supaya tidak ada lagi material yang menghambat aliran air,” katanya, Selasa (17/2).
Menurutnya, aliran air sempat meluap ke jalan utama sehingga diperlukan koordinasi dengan petugas lalu lintas untuk memastikan proses pembersihan berjalan aman dan lancar.
Lokasi penanganan difokuskan di Sungai Kalianak, dengan gorong-gorong yang sebelumnya tertutup kini dibuka melalui manhole agar pembersihan berjalan optimal.
Apabila diperlukan, akses sekitar lokasi akan ditutup sementara untuk kelancaran pengangkutan sampah.
Ia juga mengimbau peran bersama dari masyarakat. “Kami mengimbau pentingnya peran bersama dalam menjaga kebersihan saluran agar ke depan aliran air tetap lancar,” ujar dia.
Selain penanganan lapangan, Pemkot Surabaya juga mengoptimalkan operasional rumah pompa dengan sistem kerja bergantian selama 24 jam.
“Pompa kami nyalakan terus dengan sistem shift. Tim pagi, sore, dan malam semuanya siaga, termasuk petugas pembersihan sampah di saluran dan screen. Kesiapan bahan bakar dan sarana pendukung juga kami pastikan aman,” jelasnya.
Hidayat menambahkan bahwa kawasan Osowilangun terkait dengan sejumlah jaringan sungai dan saluran utama, termasuk yang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat. Oleh karena itu, diperlukan sinergi lintas instansi untuk penanganan yang optimal.
“Untuk saluran besar seperti Sungai Kalianak, Sungai Kandangan, dan alur menuju laut, kami terus menjalin koordinasi dengan instansi di tingkat nasional. Pemkot Surabaya selalu siap berkolaborasi demi mendukung kelancaran pengelolaan saluran serta menjaga keselamatan dan kenyamanan warga,” tuturnya.
Sebagai informasi, BMKG Juanda sebelumnya telah mengimbau warga pesisir Surabaya untuk mewaspadai potensi banjir rob pada periode 13–20 Februari 2026 akibat pasang maksimum air laut, serta potensi cuaca ekstrem pada 15–21 Februari 2026.
“Pemkot Surabaya berharap, setelah seluruh proses pembersihan selesai, aliran air dapat kembali normal dan kondisi lingkungan di kawasan Osowilangun kembali kondusif. Masyarakat juga diimbau terus berperan aktif menjaga kebersihan saluran agar risiko banjir dapat diminimalkan,” pungkasnya. (ahm)
Pemerintah akan melaksanakan rukyatul hilal untuk menentukan awal bulan Ramadan 1447 Hijrah Selasa (17/2). Hasil…
BAIT itu seperti mesin waktu. Begitu terdengar, kenangan langsung bergerak mundur ke masa silam. Bukan…
Imlek tahun 2577 Kongzili atau 2026 memasuki tahun kuda api, dipercaya sebagai simbol kebebasan semangat…
Truk pengangkut barang ekspedisi tiba-tiba terguling di Jalan Menur Pumpungan, Manyar Sabrangan, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya,…
BERMULA dari majelis kecil, pesantren Siwalanpanji yang dirikan K.H. Hamdani akhirnya berkembang. Bangunan pesantren dibuat…
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa warga Surabaya terjamin layanan kesehatannya melalui Universal Health…
This website uses cookies.