Categories: Chindo

Ramalan Tahun Kuda Api 2026: Ekonomi Ketat tapi Banyak Peluang, Kendalikan Emosi dan Ambisi

METROTODAY, SURABAYA – Imlek tahun 2577 Kongzili atau 2026 memasuki tahun kuda api, dipercaya sebagai simbol kebebasan semangat dalam berpacu.

Tahun ini sangat spesial karena hanya terjadi setiap 60 tahun sekali, dengan tahun kuda api sebelumnya terjadi pada tahun 1906 dan 1966. Hari raya Tahun Baru Imlek 2026 jatuh, Selasa (17/2).

Rohaniawan Klenteng Boen Bio Surabaya, Liem Tiong Yang, menjelaskan makna di balik tahun kuda api. Menurutnya, simbol kuda mewakili kebebasan semangat dan berpacu, sementara api melambangkan energi yang membakar.

“Artinya semangat itulah yang seharusnya kita pacu berlomba bersama di dalam menapaki kehidupan yang kita jalani,” ujarnya, Senin (16/2).

Rohaniawan Klenteng Boen Bio Surabaya, Liem Tiong Yang. (Foto: Ahmad/METROTODAY)

Dalam konteks politik, ia mengingatkan pentingnya menjaga kontrol diri agar tidak terbawa emosi.

“Situasi politik misalnya perlu diwaspadai jangan sampai terbawa emosi karena kuda kalau tidak dikendalikan maka menjadi kuda liar. Maka api atau semangat harus dikendalikan dengan perhitungan yang matang sehingga semangat terarah dan terukur sehingga tidak menimbulkan suatu problematik,” tuturnya.

Oleh karena itu, ia menyarankan agar masyarakat menghindari pertengkaran dan perdebatan yang tidak perlu.

“Ayo berlomba-lomba berpacu seperti kuda untuk bangsa dan Negara Indonesia,” tegasnya.

Mengenai kondisi ekonomi, Liem menyampaikan bahwa persaingan akan semakin ketat dengan kemungkinan adanya kejutan tak terduga.

Foto: Ahmad/METROTODAY Umat Tridharma saat melakukan persembahyangan cisuak jelang tahun baru Imlek. (Foto: Ahmad/METROTODAY)

“Ekonomi persaingan semakin ketat tidak bisa yang kita duga karena api simbolnya abstrak, karena tidak bisa kita duga mungkin ada kejutan yang tidak kita duga secara ekonomi persaingan semangat ketat. Apakah ekonomi terpuruk? Tidak, maka banyak peluang di tahun kuda maka semangat seperti semangat kuda,” paparnya.

Terkait dengan bencana alam, ia menyebutkan bahwa kondisi mulai cenderung mereda namun tetap perlu diwaspadai.

“Bencana mulai agak mereda saat memasuki tahun kuda api. Tapi yang harus diwaspadai mengendalikan diri, jaga emosi, jaga ambisi itu aja. Kalau semua bisa mengendalikan diri tidak larut di dalam ambisi maupun emosi maka semua akan aman terkendali,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Layanan Gratis Alaya Psikologi Center Mendapatkan Respons Positif Masyarakat

Masyarakat Sidoarjo membutuhkan layanan psikologi dan konseling terpadu agar mampu mewujudkan keluarga sejahtera mental.

3 hours ago

Ramah Lingkungan, 4 Mobil Listrik Perpustakaan Keliling Layani Sekolah, Komunitas, hingga Warga Surabaya

Dalam upaya memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat, Pemerintah Kota Surabaya resmi menambah armada layanan…

14 hours ago

PPIH Embarkasi Surabaya Amankan 18 Jemaah Non-Prosedural di Bandara Juanda, Modus Pekerja Migran

Sebanyak 18 calon jemaah haji non-prosedural berhasil diamankan pihak Imigrasi Bandara Juanda, Surabaya. Pengungkapan ini…

14 hours ago

Wali Kota Pastikan Ruang Publik Surabaya Bebas Dimanfaatkan Seniman

Pemkot Surabaya kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong perkembangan seni dan kebudayaan melalui kebijakan pengelolaan ruang…

1 day ago

Kurang 4 Hari, 38.286 Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Diberangkatkan ke Tanah Suci

Hingga memasuki hari ke-27 pelaksanaan operasional, proses pemberangkatan jemaah haji dari Embarkasi Surabaya terus berjalan…

1 day ago

Kemenhaj Tegaskan Aturan tentang Dam Haji, Fasilitasi Perbedaan Fikih Jemaah

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menegaskan tidak akan mencabut surat edaran dam (denda)…

1 day ago

This website uses cookies.