Categories: Surabaya

Persiapan Asrama Haji Surabaya Capai 89 Persen Sambut Jemaah Haji, Fokus Perbaiki Ratusan Kamar yang Rusak

METROTODAY, SURABAYA – Jelang penyelenggaraan haji 2026, persiapan untuk transit jemaah di Asrama Haji Surabaya terus dilakukan. Dengan waktu kurang dari dua bulan lagi sebelum jemaah masuk pada 21 April mendatang, pihaknya fokus memperbaiki kamar yang rusak hingga menambah fasilitas untuk jemaah dari Jawa Timur (Jatim), Bali, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kepala Asrama Haji Surabaya, Fentin Istifa’iyah, mengatakan persiapan dilakukan secara matang mengingat peningkatan kuota jemaah. “Kita mempersiapkan operasional haji dengan kerja sama semua unsur. Jemaah haji Jawa Timur ada tambahan 7.200 orang lebih terbesar se-Indonesia, ditambah dengan Bali dan NTT dengan total 43.200 orang,” katanya, Selasa (3/2).

Fentin mengungkapkan telah mendapat arahan langsung dari Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf di Jakarta.

“Beliau titip pesan agar mempersiapkan asrama sebaik-baiknya. Jemaah harus dilayani dengan baik dan sarana prasarana harus prima. Jangan sampai ada yang tidak bisa mandi karena air mampet, jadi kita maksimalkan semua,” tuturnya.

Ia juga menyebutkan, tahun ini tidak akan digunakan tempat tidur susun untuk menghindari risiko kecelakaan. “Kita tidak menggunakan lagi tempat tidur susun karena khawatir ada yang tergelincir. Apalagi tempat tidurnya sudah lama,” ujar Fentin.

Waktu yang tersisa dinilai sangat mepet, terutama dengan menjelang bulan puasa dan lebaran. “Kita harus cek ulang satu per satu kamar. Waktu dua bulan terasa singkat, jadi kita akan mengebut persiapan akomodasi,” tegasnya.

Kepala Sub Bagian Umum Asrama Haji Surabaya, Abdullah Mawardi, menyampaikan persiapan sudah mencapai 89 persen. Total kamar yang akan digunakan jemaah sebanyak 506 dengan kapasitas sekitar 5 jemaah per kamar.

“Total keseluruhan kamar di asrama ada 587 dengan kapasitas 2.041 orang. Yang layak ada 471 kamar, rusak ringan 35 kamar, rusak berat 81 kamar. Yang dipakai untuk jemaah 506 kamar dengan kapasitas 2.507 orang,” jelasnya.

Menurut Mawardi, kamar yang rusak ringan akan direnovasi dan jika ada anggaran juga akan diperbaiki yang rusak berat, sementara sebagian akan digunakan untuk panitia. “Yang dipakai 506, kalau ada anggaran keluar yang rusak kita renovasi terutama yang ringan tetap kita gunakan untuk panitia,” ujarnya.

Selama operasional, setiap hari akan ada 5 kloter jemaah yang masuk dan transit hampir satu hari sebelum berangkat ke Bandara Juanda menuju tanah suci. Kuota haji 2026 untuk embarkasi Surabaya terdiri dari Jatim dengan 42.409 orang, Bali 698 orang, dan NTT 516 orang, dengan total keseluruhan 43.200 orang. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

WFH Sehari dalam Sepekan Jadi Strategi Hemat Energi, Konsumsi BBM Turun 20 Persen

Pemerintah menyiapkan langkah-langkah penghematan energi nasional. Eskalasi di Timur Tengah dengan peran antara Israel-Amerika Serikat…

1 hour ago

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Makam Tengah sebagai Titik Sentral (3)

Luas Makam Islam Desa Tambaksumur sekitar 1 hektare. Di sudut timur laut, terdapat bangunan calon…

4 hours ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (12): Kereta Cepat “Whoosh” yang Menyambung Dua Kota Suci

Ada satu hal menarik yang saya rasakan setiap kali menaiki kereta cepat. Bukan hanya karena…

5 hours ago

Waspadai Penyakit Menular saat Musim Mudik, Balai Karantina Pantau Bandara dan Pelabuhan

Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…

24 hours ago

Temukan Tempat Hiburan Nekat Buka selama Ramadan, Satpol PP Surabaya Beri Sanksi

Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…

1 day ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (11): Berlebaran di Tanah Haram

Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…

1 day ago

This website uses cookies.