Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat berkunjung ke rumah pengemudi ojol perempuan Anna Indrawati di kawasan Indrapura Surabaya. (Foto: istimewa)
METROTODAY, SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan kunjungan ke rumah Anna Indrawati, warga Jalan Indrapura Pasar, RT 04, RW 11, Perak Utara. Anna merupakan driver ojek online (ojol) yang sempat viral di media sosial karena sering membawa anak balitanya saat bekerja, hal ini mengundang simpati warganet dan akhirnya direspon oleh Wali Kota.
Tak hanya berkunjung, Eri langsung memberi tawaran tawaran pekerjaan di program Padat Karya milik Pemkot Surabaya.
“Saya ngobrol tadi, mau nggak mengubah hidup? Sehingga saya sampaikan, ayo suaminya jangan bekerja ngojek, saya ada Padat Karya, ternyata mau. Terus yang perempuan (Anna) saya bilangin ada (Padat Karya) yang menjahit,” tutur Eri, Kamis (29/1).
Ia mengungkapkan, penghasilan Anna dan suaminya sebagai driver ojol hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Pasangan tersebut memiliki dua anak, satu duduk di bangku kelas 10 SMA dan satu lagi balita, dengan kondisi Anna sering membawa anak balitanya saat kerja.
“Makanya saya datang ke rumahnya untuk pastikan yang laki-laki sudah di Padat Karya, yang perempuan sudah bisa bekerja di rumahnya untuk menjaga putrinya. Kebetulan putrinya juga sakit,” ungkapnya.
Ia mengaku tidak ingin warganya hanya mengandalkan bantuan pemerintah, sehingga mengajak pasutri tersebut bekerja di Padat Karya sebagai jalan untuk mengubah nasib.
“Waktu saya sampaikan ke beliaunya, saya memberikan waktu empat bulan. Dalam empat bulan itu, dia bisa mengubah hidupnya dengan pendapatan yang sejahtera sehingga itu nantinya bisa menjadi inspirasi bagi warga Kota Surabaya. Jangan hanya meminta bantuan, kalau hanya terima bantuan saja, ya nggak bakal mau mengubah nasibnya,” ujar Eri.
Menurutnya, pemkot Surabaya tidak hanya memberikan pekerjaan tetapi juga pendampingan selama empat bulan ke depan. Ia juga meminta Ketua RT setempat untuk terus memantau kondisi keluarga tersebut.
Tak hanya intervensi pekerjaan Eri juga memastikan anak balita pasutri tersebut diberi pengobatan melalui puskesmas dan RSUD Dr. Mohamad Soewandhie Surabaya, dengan fasilitas dari BPJS Kesehatan.
“Jadi pelayanan untuk bayinya sudah diobati oleh RSUD Soewandhie dan pengobatan rutin sudah dilakukan, juga insyaallah akan ada Puskesmas yang hadir di sini untuk memastikan. Jadi kita akan pantau terus,” jelasnya
Sementara itu, Kader Surabaya Hebat (KSH) RT 04, RW 11, Kelurahan Perak Utara, Sulistyowati menambahkan kondisi keluarga Anna cukup memprihatinkan, terutama setelah suami Anna terdampak PHK sehingga pasutri tersebut memutuskan menjadi driver ojol.
“Dulu serba kekurangan dan sering konsultasi ke saya ingin dapat bantuan sekolah, lalu saya konsultasikan ke Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kelurahan, akhirnya dapat bantuan. Selain itu, beliau juga mendapat bantuan PKH setelah pendataan DTSEN,” pungkasnya. (ahm)
Pendopo Delta Wibawa terasa berbeda pada Minggu (1/2/2026) pagi. Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-167…
Jelang penyelenggaraan haji 2026, persiapan untuk transit jemaah di Asrama Haji Surabaya terus dilakukan. Dengan…
Cuaca ekstrem melanda Kota Surabaya sejak siang hingga malam hari ini, Selasa (3/2). Hujan deras…
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Surabaya sejak Selasa (3/2) sore hingga malam…
Kementerian Agama (Kemenag) akan melakukan perbaikan tata kelola dan peningkatan kesejahteraan guru madrasah di seluruh…
Pemain baru Persebaya Surabaya, Jefferson Silva, mengaku terpukau dengan loyalitas Bonek dan Bonita saat Bajul…
This website uses cookies.