Categories: Surabaya

Make Our Mangrove Green Again: Bebaskan 300 kilogram Sampah Plastik yang Melilit Pohon Mangrove Surabaya

METROTODAY, SURABAYA – Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) bersama komunitas Replast dan River Warrior menggelar aksi lingkungan bertajuk Make Our Mangrove Green Again, Minggu (25/1).

Ratusan relawan yang sebagian besar merupakan mahasiswa dari Surabaya dan daerah lain melakukan pembersihan serta penyelamatan ekosistem mangrove di kawasan pesisir Surabaya.

Dalam aksi tersebut, para relawan berhasil membebaskan 12 pohon mangrove dari jeratan sampah plastik serta mengevakuasi lebih dari 300 kilogram sampah plastik yang menumpuk di lokasi.

Salah satu mahasiswa peserta, Febrini Marsha Dwi Hardianti, mengaku prihatin melihat kondisi bibir pantai yang penuh sampah.

“Sampah ini tidak hanya mencemari pantai, sampah tersebut juga menjerat batang dan akar mangrove, menghambat pertumbuhan, merusak jaringan tanaman, hingga berpotensi menyebabkan kematian mangrove,” ujarnya.

Para aktivis lingkungan yang terdiri dari mahasiswa melakukan aksi bersih sampah di kawasan mangrove pesisir Surabaya timur. (Foto: istimewa)

Ia juga menegaskan peran penting ekosistem tersebut.ubtuk melindungi dari abrasi dan menjaga kelangsungan biota laut.

“Pentingnya peran hutan bakau. Padahal, mangrove memiliki peran penting sebagai pelindung pesisir dari abrasi, penyerap karbon, serta habitat berbagai biota laut,” tuturnya.

Aeshnina Azzahra, Co-Capten River Warrior, menjelaskan dampak lebih lanjut dari sampah plastik di kawasan mangrove.

“Sampah plastik yang menjerat mangrove juga akan terdegradasi menjadi mikroplastik akibat paparan sinar matahari, gelombang, dan gesekan,” jelasnya.

Sofi Azilan Aini, peneliti Ecoton, menyampaikan bahwa mikroplastik telah menyebar ke berbagai wilayah pesisir dan sungai.

“Mikroplastik telah mencemari air, sedimen, hingga organisme perairan. Mikroplastik ini berbahaya karena dapat masuk ke rantai makanan, mengganggu kesehatan ekosistem, dan pada akhirnya berdampak pada kesehatan manusia,” tuturnya.

Para relawan menegaskan bahwa penanganan sampah plastik membutuhkan tanggung jawab bersama dari semua pihak.

Langkah nyata yang harus dilakukan antara lain produsen wajib menjalankan tanggung jawab atas sampah yang dihasilkan melalui mekanisme penarikan kembali (Extended Producer Responsibility/EPR), sesuai UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah Pasal 15.

Selain itu, pemerintah perlu menerapkan pembatasan plastik sekali pakai secara tegas dan merata melalui Peraturan Gubernur agar memiliki standar yang sama di seluruh daerah.

“Masyarakat diimbau mengurangi penggunaan plastik, beralih ke produk guna ulang, serta memilah dan mengelola sampah dari sumbernya,” imbaunya.

Aksi Make Our Mangrove Green Again menjadi pengingat bahwa polusi sampah plastik telah mengancam ekosistem pesisir. Tanpa perubahan kebijakan dan perilaku secara kebiasaan, mangrove akan terus berada dalam ancaman serius. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Atasi Banjir di Surabaya Selatan, Pemkot Fokus Penyambungan Saluran dan Penyamaan Ketinggian Air

Penanganan banjir di wilayah Surabaya Selatan dilakukan dengan pendekatan yang menyeluruh. Pemerintah kota menitikberatkan pada…

6 hours ago

Anas Karno Resmi Jabat Sekretaris Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Kota Surabaya

Anas Karno ditetapkan sebagai Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya dalam rapat paripurna yang digelar…

6 hours ago

Gantikan Adi Sutarwijono, Syaifuddin Zuhri Dilantik sebagai Ketua DPRD Surabaya, Fokus Optimalisasi Pendapatan Daerah

Syaifuddin Zuhri resmi dilantik dan mengucap sumpah jabatan sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…

6 hours ago

Kelihaian Perempuan Mengubah Diam Menjadi Emas

KALIMAT yang diucapkan belum sepenuhnya tuntas. Tapi, air matanya sudah tumpah membasahi pipi. Ia tak…

8 hours ago

Pakar: Pengelolaan Budaya Surabaya Dinilai Masih Fase Transisi

Penyediaan ruang publik serta transformasi lembaga kesenian menjadi lembaga kebudayaan dinilai sebagai langkah positif menuju…

1 day ago

KAI Uji Coba Biodiesel B50 di KA Sembrani, Performa Tetap Optimal di Jalur Surabaya – Jakarta

PT KAI melakukan terobosan baru dengan menggelar uji coba perdana penggunaan bahan bakar Biodiesel B50…

1 day ago

This website uses cookies.