Categories: Surabaya

Presiden Prabowo Naikkan Dana Riset Jadi Rp12 Triliun, ITS Siap Bantu Jawab Tantangan Pembangunan Nasional

METROTODAY, SURABAYA – Sebanyak 1.200 pimpinan perguruan tinggi dari seluruh Indonesia, meliputi rektor, wakil rektor, dekan, dan guru besar dari kampus negeri maupun swasta, berkumpul atas undangan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis (15/1) lalu.

Rektor ITS Prof. Bambang Pramujati beserta jajarannya hadir dalam kegiatan taklimat tersebut.

Bambang menyebutkan bahwa acara ini merupakan forum pengarahan strategis antara presiden dengan para akademisi.

“Kegiatan ini dirancang sebagai ruang konsolidasi pemikiran antara negara dan komunitas akademik,” ujarnya, Senin (19/1).

Menurut Guru Besar Teknik Mesin ITS tersebut, pelibatan langsung para pimpinan perguruan tinggi karena akademisi ditempatkan sebagai brains of our country.

Kekuatan intelektual bangsa memiliki tanggung jawab moral-sosial untuk menjawab tantangan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga perguruan tinggi diposisikan sebagai aktor kunci pembangunan nasional.

Jajaran pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia saat mengikuti Taklimat Presiden RI di Istana Kepresidenan, Jakarta. (Foto: istimewa)

Pria asal Yogyakarta tersebut juga mengungkapkan bahwa melalui kegiatan tersebut, presiden menyampaikan pembacaan situasi nasional dan global, termasuk dinamika geopolitik dan tantangan kemandirian bangsa. Dalam menghadapinya, penguatan kualitas pendidikan tinggi menjadi penting untuk ditekankan.

“Hal ini mencakup peningkatan kapasitas dosen, pengembangan infrastruktur riset, serta keberlanjutan pembiayaan kemandirian perguruan tinggi,” bebernya.

Hasil pembahasan menghasilkan komitmen penambahan dana riset nasional dari Rp 8 triliun menjadi Rp 12 triliun pada tahun 2026.

Selain itu, dilakukan formulasi ulang beasiswa pendidikan agar lebih luas dan berorientasi mendukung science, technology, engineering, and mathematics (STEM), yang mendorong pendidikan tinggi sebagai pilar penting menuju Indonesia Emas 2045.

Bambang mengaku ITS memiliki posisi relevan dan strategis dalam mendukung agenda terkait. Sebagai perguruan tinggi berbasis teknologi, sains, dan seni, ITS berada di garis depan penguatan STEM dan sains terapan, serta memiliki modal kuat untuk mempercepat riset terapan dan hilirisasi khususnya di sektor pangan, energi, dan industrialisasi.

Ke depannya, Bambang berencana menajamkan portofolio riset prioritas yang selaras dengan mandat nasional, diwujudkan melalui penguatan konsorsium riset bersama kampus lain, industri, dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Selain itu, akan dilakukan penguatan talent pipeline di bidang STEM serta integrity by design dalam tata kelola.

“Semoga setiap perguruan tinggi, tentunya termasuk ITS, mampu menjawab amanat ini melalui kerja nyata,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

WFH Sehari dalam Sepekan Jadi Strategi Hemat Energi, Konsumsi BBM Turun 20 Persen

Pemerintah menyiapkan langkah-langkah penghematan energi nasional. Eskalasi di Timur Tengah dengan peran antara Israel-Amerika Serikat…

2 hours ago

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Makam Tengah sebagai Titik Sentral (3)

Luas Makam Islam Desa Tambaksumur sekitar 1 hektare. Di sudut timur laut, terdapat bangunan calon…

4 hours ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (12): Kereta Cepat “Whoosh” yang Menyambung Dua Kota Suci

Ada satu hal menarik yang saya rasakan setiap kali menaiki kereta cepat. Bukan hanya karena…

5 hours ago

Waspadai Penyakit Menular saat Musim Mudik, Balai Karantina Pantau Bandara dan Pelabuhan

Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…

24 hours ago

Temukan Tempat Hiburan Nekat Buka selama Ramadan, Satpol PP Surabaya Beri Sanksi

Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…

1 day ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (11): Berlebaran di Tanah Haram

Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…

1 day ago

This website uses cookies.