Categories: Surabaya

Unesa Siapkan Anggaran Rp 50 Miliar untuk Riset Guru Besar

METROTODAY, SURABAYA – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) telah menyiapkan anggaran dan skema pendampingan guna meningkatkan jumlah guru besar (gubes) di kampusnya.

Hal ini seiring pengukuhan 11 guru besar baru pada Senin (29/12) yang disebutkan sebagai kekuatan Unesa dalam membangun sumber daya manusia unggul untuk mendukung Indonesia Emas 2045.

Menurut Rektor Unesa, Prof Nurhasan, kampusnya tidak hanya menyiapkan anggaran, tetapi juga skema pendampingan serta mendorong SDM untuk lebih giat dalam penelitian melalui Tridharma Perguruan Tinggi.

“Kami telah menyiapkan anggaran, skema pendampingan, serta mendorong para SDM agar lebih giat dan aktif dalam penelitian melalui pelaksanaan Tridharma, baik di bidang pengajaran, penelitian, maupun pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Untuk tahun depan, Unesa menetapkan target luar biasa. “Target kami tahun depan sekitar 30 hingga 40 Guru Besar,” ungkap Prof Nurhasan.

Untuk mendukung target tersebut, kampus juga menyediakan skema khusus bagi dosen yang dipersiapkan menjadi guru besar.

“Ya, kami menyiapkan skema khusus bagi dosen yang dipersiapkan menjadi guru besar. Selain itu, para guru besar juga didorong melakukan riset yang output-nya diarahkan pada paten, sehingga bermanfaat bagi bangsa dan negara,” jelasnya.

Fokus riset yang dibangun juga disesuaikan dengan kebutuhan nasional dan internasional. “Fokus riset mengacu pada arahan Presiden Prabowo, target SDGs, pemeringkatan internasional, serta program-program Renstra Kementerian. Di samping itu, Unesa juga mengembangkan keunggulan di bidang seni, olahraga, dan disabilitas,” terangnya.

Jumlah guru besar aktif di Unesa saat ini hanya 151 orang. “Sebelumnya tercatat sekitar 214 guru besar, namun sebagian sudah purna tugas. Saat ini yang aktif tinggal 151 Guru Besar,” ungkapnya.

Jumlah tersebut membuat rasio guru besar terhadap total dosen masih di bawah standar ideal.

“Saat ini jumlah dosen Unesa sekitar 1.700 orang. Baru-baru ini kami merekrut sekitar 500 dosen muda, sehingga rasio guru besar menjadi terpengaruh. Idealnya rasio guru besar berada di kisaran 10-15 persen, namun saat ini masih sekitar 8-9 persen,” katanya.

Oleh karena itu, Unesa akan lebih fokus meningkatkan rasio tersebut. “Kami akan lebih fokus meningkatkan rasio tersebut, termasuk mendorong dosen-dosen baru agar kenaikan pangkatnya terencana dengan baik, berkualitas, dan semuanya dilakukan secara by design, bukan by accident,” tegasnya.

Untuk mendukung penelitian yang menjadi landasan kenaikan pangkat, UNESA menyiapkan anggaran khusus. “Kami menyiapkan anggaran penelitian sekitar Rp 50 miliar. Anggaran ini khusus untuk penelitian, di luar pengabdian kepada masyarakat dan kegiatan akademik lainnya,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

WFH Sehari dalam Sepekan Jadi Strategi Hemat Energi, Konsumsi BBM Turun 20 Persen

Pemerintah menyiapkan langkah-langkah penghematan energi nasional. Eskalasi di Timur Tengah dengan peran antara Israel-Amerika Serikat…

1 hour ago

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Makam Tengah sebagai Titik Sentral (3)

Luas Makam Islam Desa Tambaksumur sekitar 1 hektare. Di sudut timur laut, terdapat bangunan calon…

3 hours ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (12): Kereta Cepat “Whoosh” yang Menyambung Dua Kota Suci

Ada satu hal menarik yang saya rasakan setiap kali menaiki kereta cepat. Bukan hanya karena…

5 hours ago

Waspadai Penyakit Menular saat Musim Mudik, Balai Karantina Pantau Bandara dan Pelabuhan

Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…

23 hours ago

Temukan Tempat Hiburan Nekat Buka selama Ramadan, Satpol PP Surabaya Beri Sanksi

Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…

1 day ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (11): Berlebaran di Tanah Haram

Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…

1 day ago

This website uses cookies.