Categories: Surabaya

Prihatin Bencana, Warung di Surabaya Gratiskan Makan Mahasiswa Sumatera dan Aceh dengan Bukti KTP

METROTODAY, SURABAYA – Sebuah warung makan di kawasan Ketintang, Surabaya, menyediakan makan gratis untuk meringankan beban mahasiswa yang keluarganya terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatera dan Aceh.

Di depan warung sudah dipasang banner berwarna hijau bertuliskan putih dengan ajakan makan bagi mahasiswa dari Sumut, Sumbar, dan Aceh, yang belum mendapatkan kiriman dari keluarga.

Pemilik warung bernama Hamzah mengungkapkan bahwa makan gratis ini dikhususkan bagi mahasiswa yang keluarga mereka terkena bencana dan kesulitan mendapatkan biaya kehidupan sehari-hari. Ia mulai menggratiskan makan sejak Sabtu (6/12) sore.

“Ya kita ingin memanusiakan manusia. Kan juga saudara kita, bisa bantu semampunya. Ketika terkena bencana, ada mahasiswa yang belum dikirimi orang tua kan kasihan kalau gak bisa makan. Sehingga kami buat makan gratis ini buat mahasiswa yang dari luar Jawa seperti Sumbar, Aceh dan Sumut. Bahkan untuk wilayah di Semeru Lumajang, itu tidak apa-apa, yang penting daerah terdampak bencana,” tutur Hamzah, Selasa (9/12).

Menurutnya, informasi tentang makan gratis ini menyebar secara getok tular melalui teman mahasiswa. Peminat paling ramai pada pagi dan siang hari, meskipun warung buka 24 jam.

“Paling ramai ya pagi dan siang. Tapi malam ada juga, kan kita bukanya 24 jam. Hari ini ada 3 mahasiswa. Selama beberapa hari ini ya baru ada 10 mahasiswa, itu dari mahasiswa Unesa yang lokasi kosannya dekat-dekat sini,” ujarnya.

Ia juga menambahkan ada mahasiswa yang merasa malu datang sendiri dan ingin mengajak temannya dari kampus lain.

“Ya ada juga mahasiswa yang mau ajak temannya dari UINSA. Ya akhirnya saya bilang gak usah malu-malu makan, tinggal makan sepuasnya mau pilih apa bebas. Bisa juga makan di sini maupun bungkus. Termasuk minumnya juga gratis,” imbuhnya.

Untuk memastikan sasaran yang tepat, Hamzah mewajibkan mahasiswa menunjukkan identitas seperti KTP. “Ya harus menunjukkan identitas daerah asal yang terdampak. Kalau gak, nanti salah sasaran kan repot juga,” jelasnya.

Menurutnya, mahasiswa yang datang sebagian berasal dari Sumatera Utara dan hanya makan sekali, meskipun ia mengizinkan mereka kembali berkali-kali. “Rata-rata mereka makan sekali. Sebetulnya mau kembali lagi untuk makan gak apa-apa. Karena kita niatnya bantu mereka,” ujarnya.

Pria asal Magelang, Jawa Tengah ini tidak merasa rugi membantu sesama. “Kalau sodakoh gak ada ruginya, kita memanusiakan manusia semua itu tergantung niat kita,” ungkapnya.

Ia berharap kondisi bencana di Sumatera dan Aceh cepat pulih sehingga mahasiswa tidak terlalu khawatir. “Biar cepat pulih. Biar tidak terlalu memikirkan baik yang di sini maupun di sana, dan jangan sampai sakit. Biar sama-sama jalan dan kembali normal,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

WFH Sehari dalam Sepekan Jadi Strategi Hemat Energi, Konsumsi BBM Turun 20 Persen

Pemerintah menyiapkan langkah-langkah penghematan energi nasional. Eskalasi di Timur Tengah dengan peran antara Israel-Amerika Serikat…

1 hour ago

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Makam Tengah sebagai Titik Sentral (3)

Luas Makam Islam Desa Tambaksumur sekitar 1 hektare. Di sudut timur laut, terdapat bangunan calon…

3 hours ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (12): Kereta Cepat “Whoosh” yang Menyambung Dua Kota Suci

Ada satu hal menarik yang saya rasakan setiap kali menaiki kereta cepat. Bukan hanya karena…

5 hours ago

Waspadai Penyakit Menular saat Musim Mudik, Balai Karantina Pantau Bandara dan Pelabuhan

Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…

24 hours ago

Temukan Tempat Hiburan Nekat Buka selama Ramadan, Satpol PP Surabaya Beri Sanksi

Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…

1 day ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (11): Berlebaran di Tanah Haram

Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…

1 day ago

This website uses cookies.