METROTODAY, SURABAYA – Dua orang pemuda menjadi korban pembacokan di kawasan Taman Sejarah, Kota Lama Surabaya, Selasa (25/11) dini hari.
Akibat kejadian ini, kedua korban mengalami luka sayatan dan kini dirawat di Rumah Sakit (RS) William Booth Surabaya.
Korban pertama bernama Patihamis Soumena, 22, mengalami luka sayat di bagian pergelangan tangan kiri sekitar 10 cm.
Korban kedua bernama Rizky Tuanaya, 22, mengalami luka sayat di bagian betis kiri sekitar 15 cm, luka sayat di bagian paha sebelah kiri sekitar 25 cm, dan luka sayat di bagian punggung belakang sekitar 10 cm. Keduanya beralamat di Jalan Nginden 2/48, Surabaya.
“Saat petugas tiba di lokasi mendapati korban kondisi sadar, langsung dilakukan penanganan awal oleh tim medis,” ujar Kabid Darlog BPBD Kota Surabaya Linda Novanti, Kamis (27/11).
Tim medis dari Gerak Cepat Utara memberikan penanganan awal kepada kedua korban, sebelum kemudian dilarikan ke RS William Booth untuk penanganan lebih lanjut.
Barang bukti berupa sepeda motor milik korban diamankan ke Mapolsek Bubutan.
Kanit Reskrim Polsek Bubutan Ipda Martinus Simanjuntak saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian pembacokan tersebut.
“Sekarang masih lidik (pelaku, Red) dibantu Jatanras dan Resmob Polrestabes Surabaya,” ujarnya.
Ipda Martinus menjelaskan bahwa korban sebelumnya sedang bersantai di taman. Diduga, pelaku dan korban tidak saling kenal.
“Untuk kronologis kejadian dan motif pembacokan, kami masih melakukan penyelidikan serta pendalaman,” pungkasnya. (ahm)
Pemerintah menyiapkan langkah-langkah penghematan energi nasional. Eskalasi di Timur Tengah dengan peran antara Israel-Amerika Serikat…
Luas Makam Islam Desa Tambaksumur sekitar 1 hektare. Di sudut timur laut, terdapat bangunan calon…
Ada satu hal menarik yang saya rasakan setiap kali menaiki kereta cepat. Bukan hanya karena…
Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…
Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…
Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…
This website uses cookies.