Categories: Surabaya

Peringati 75 Tahun Hubungan Diplomatik, Festival Sinema Prancis Pererat Kerja Sama Budaya

METROTODAY, SURABAYA – Festival Sinema Prancis (FSP) kembali hadir di Surabaya untuk memeriahkan peringatan 75 tahun hubungan diplomatik antara Prancis dan Indonesia.

Edisi ke-27 festival ini diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Prancis Institut français d’Indonésie (IFI) dan digelar serentak di 14 kota di Indonesia, salah satunya di Surabaya.

Menurut Penanggung Jawab Kebudayaan dan Komunikasi Institut français d’Indonésie (IFI) Surabaya, Pramenda Krishna, festival ini akan menampilkan 16 film Prancis dari berbagai genre, mulai dari komedi, drama, horor, aksi, hingga animasi.

“Di Surabaya, film-film ini dapat dinikmati secara gratis di Auditorium IFI Surabaya, Kompleks AJBS, kecuali hari Minggu. Ada 16 film Prancis,” ujarnya, Senin (24/11).

Krishna menambahkan bahwa IFI juga memberikan dukungan kepada sineas Indonesia dengan menampilkan film pendek “Asmarandana” dan diskusi bersama sutradara Eka Wahyu Primadani pada Jumat (28/11) di Auditorium IFI.

Selain itu, akan ada sesi diskusi usai pemutaran film “Rosalie” bersama pengkaji film dari HIMA Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga, dengan Dimas Ramadhiansyah sebagai pemantik diskusi.

Selain itu, sebuah film juga akan diputar bekerjasama dengan European Union (EU) Center Universitas Airlangga di ASEEC Tower (kampus B), yaitu “Le Panache”, pada Kamis, (27/11) pukul 16.00, yang akan diikuti sesi diskusi.

“Festival ini juga menayangkan film pendek karya mahasiswa dari universitas media kreatif terkemuka se-Indonesia, yang akan ditayangkan sebelum film pembuka dan penutup festival,” tuturnya.

Momen ini penting bagi Prancis dan Indonesia dalam merayakan 75 tahun hubungan diplomatik. Kedua negara menegaskan kembali komitmen untuk memperdalam kerja sama di bidang industri budaya dan kreatif, sebagaimana tertuang dalam Deklarasi Borobudur yang disahkan saat kunjungan kenegaraan Presiden Emmanuel Macron ke Indonesia Mei lalu.

Deklarasi Borobudur mendefinisikan strategi budaya bersama antara kedua negara. Selain itu, edisi pertama Dialog Strategis Budaya yang diselenggarakan di Paris pada 15 Juli oleh Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, dan dipimpin bersama oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, serta Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, semakin memperkuat kerjasama ini.

Sektor audiovisual memegang peran sentral dalam kemitraan ini, yang menyimbolkan vitalitas pertukaran seni dan inovasi antara Prancis dan Indonesia. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Atasi Banjir di Surabaya Selatan, Pemkot Fokus Penyambungan Saluran dan Penyamaan Ketinggian Air

Penanganan banjir di wilayah Surabaya Selatan dilakukan dengan pendekatan yang menyeluruh. Pemerintah kota menitikberatkan pada…

6 hours ago

Anas Karno Resmi Jabat Sekretaris Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Kota Surabaya

Anas Karno ditetapkan sebagai Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya dalam rapat paripurna yang digelar…

6 hours ago

Gantikan Adi Sutarwijono, Syaifuddin Zuhri Dilantik sebagai Ketua DPRD Surabaya, Fokus Optimalisasi Pendapatan Daerah

Syaifuddin Zuhri resmi dilantik dan mengucap sumpah jabatan sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…

6 hours ago

Kelihaian Perempuan Mengubah Diam Menjadi Emas

KALIMAT yang diucapkan belum sepenuhnya tuntas. Tapi, air matanya sudah tumpah membasahi pipi. Ia tak…

8 hours ago

Pakar: Pengelolaan Budaya Surabaya Dinilai Masih Fase Transisi

Penyediaan ruang publik serta transformasi lembaga kesenian menjadi lembaga kebudayaan dinilai sebagai langkah positif menuju…

1 day ago

KAI Uji Coba Biodiesel B50 di KA Sembrani, Performa Tetap Optimal di Jalur Surabaya – Jakarta

PT KAI melakukan terobosan baru dengan menggelar uji coba perdana penggunaan bahan bakar Biodiesel B50…

1 day ago

This website uses cookies.