Categories: Surabaya

BMKG Tanjung Perak Imbau Kewaspadaan Cuaca Ekstrem di Surabaya pada November-Desember

METROTODAY, SURABAYA – Hujan merata yang mengguyur seluruh wilayah Surabaya beberapa hari inimenyebabkan sejumlah wilayah terendam banjir.

Koordinator Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak, Surabaya, Ady Hermanto, menjelaskan bahwa hujan saat ini sudah mulai merata di Surabaya dengan intensitas sedang hingga lebat. Hujan biasanya turun pada siang hingga malam hari.

“Sekarang hujan di Surabaya sudah merata karena masa peralihan hingga nanti puncaknya Januari,” ujar Ady.

Ia menambahkan, pasang air laut yang disebabkan oleh supermoon menjadi salah satu faktor penyebab kondisi banjir di beberapa wilayah Surabaya.

“Apalagi dibarengi dengan adanya pasang air banjir rob yang disebabkan adanya supermoon ditambah kondisi hujan ditambah debit air. Otomatis tidak secara bebas menuju ke laut karena ada hambatan. Sehingga menyebabkan banjir di beberapa tempat di Surabaya,” jelasnya.

Ady juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi cuaca ekstrem selama masa pancaroba ini.

“Pancaroba intensitas guntur dan petir juga lumayan. Dipengaruhi awan cumulonimbus (CB) menyebabkan angin kencang,” tuturnya.

Lebih lanjut Ady menyebut kecepatan angin dapat mencapai 15-30 knot dan bisa lebih jika dipengaruhi oleh awan CB.

Sedangkan kondisi suhu masih dalam ambang klimatologis dan kelembaban lebih dari 60 persen, dengan suhu berkisar antara 31-32 derajat celcius.

“Meskipun hujan tapi pada masa peralihan ini juga suhu udara juga masih agak panas berkisar 31-32. Mangkanya agak gerah kalau siang,” jelas Ady.

Menghadapi musim penghujan ini, Ady mengimbau masyarakat untuk membersihkan drainase dan memangkas dahan pohon yang berpotensi tumbang.

“Memasuki musim penghujan membersikan drainase karena penyebab utama sumbatan sehingga air tidak mengalir. Juga melakukan perantingan untuk antisipasi pohon roboh disebabkan angin kencang,” imbaunya.

Sementara itu, kondisi di pesisir Selat Madura relatif aman dengan kecepatan angin di bawah 10 knot. Namun, Ady tetap mengingatkan untuk waspada terhadap potensi pembentukan awan CB. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Kenjeran Jadi Saksi Lahirnya Laboratorium Keliling Deteksi Ancaman Mikroplastik

Mobil laboratorium pendidikan keliling Perjalanan Mikroplastik (Microplastic Journey), yang merupakan yang pertama di Indonesia dioperasionalkan.

1 hour ago

Komisi B DPRD Surabaya Soroti Pagar Tinggi Mal di Surabaya: Jangan Bangun Kesan Kota Mencekam

Pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya menuai sorotan. Anggota Komisi B DPRD…

2 hours ago

Kanwil DJP II Jatim Capai Penerimaan Rp16,08 T, Buah Sinergi dengan Media

Kanwil DJP Jatim II mencatat penerimaan pajak telah mencapai Rp16,08 triliun. Kepatuhan wajib pajak juga…

2 hours ago

Gantikan Rontgen, Hormon dalam Air Liur Bisa Diagnosa Kapan Gigi Anak Tumbuh

Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Sindy Cornelia Nelwan, drg., Sp.KGA., K-KGA.,…

3 hours ago

Operasi SAR Khusus KM Mutiara Sentosa 2 Dihentikan, Bangkai Kapal Diduga Terbawa Arus

Operasi Pencarian dan Pertolongan khusus penanganan kebakaran KM Mutiara Sentosa II resmi dihentikan dan dialihkan…

11 hours ago

Jenazah Dua Korban KM Mutiara Sentosa 2 Diserahkan ke Keluarga, Tiga Jenazah Menyusul

Dua jenazah korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 telah resmi diserahterimakan kepada pihak keluarga. Tim…

14 hours ago

This website uses cookies.