Categories: Surabaya

Api Lalap 7 Rumah di Jemur Wonosari Surabaya, Puluhan Warga Kehilangan Tempat Tinggal dalam Semalam

METROTODAY, SURABAYA – Kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Jalan Jemur Wonosari Gg. Masjid dan Jl. Jemur Wonosari 1A, Kelurahan Jemur Wonosari, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, pada Rabu (17/9) malam.

Api melahap enam rumah semi permanen dan merusak sebagian satu rumah permanen. Puluhan warga kehilangan tempat tinggal.

Kabid Pemadaman DPKP Kota Surabaya Wasis Sutikno menjelaskan api merembet cukup cepat bahkan pihaknya kesulitan dalam memadamkan. Rumah yang sangat berhimpitan dan akses masuk yang sulit ke lokasi kebakaran.

“Kami berusaha untuk cepat memadamkan agar api tidak merembet ke rumah lainnya. Namun karena api besar dan bangunan sangat berdempetan sehingga api cepat menyambar menyebabkan tujuh rumah terbakar,” ujar Wasis, Kamis (18/9).

Wasis menyebut petugas membutuhkan waktu 2 jam untuk memadamkan api yang mulai membakar rumah sekitar pukul 21.00. “Sekitar 2 jam kami berhasil memadamkan api,” imbuhnya.

Namun, kerugian meterial tidak dapat dihindari. Enam rumah semi permanen berukuran 5×7 meter persegi ludes dilalap api, sementara satu rumah permanen mengalami kerusakan di lantai dua.

“Kebakaran ini berdampak pada 11 kepala keluarga atau 26 jiwa warga Surabaya. Tiga rumah semi permanen di Jalan Jemur Wonosari Gg. Masjid No. 28 dan tiga rumah semi permanen di Jalan Jemur Wonosari 1A No. 21 hangus tak tersisa.

Satu rumah permanen di Jalan Jemur Wonosari 1A No. 21 mengalami kerusakan sebagian di lantai dua,” jelas Wasis.

Untuk penyebab kebakaran Wasis mengatakan karena adanya salah satu warga yang lupa mematikan kompor gas LPG. Warga tersebut setelah memasak kemudian keluar rumah sehingga sekitar hampir satu jam api mulai membesar.

“Penyebabnya karena ada warga yang lupa mematikan kompor. Yang bersangkutan keluar rumah agak lama. Nah, dari situ api berasal dan membesar,” tuturnya.

Salah satu korban kebakaran, Muniri, seorang pedagang berusia 67 tahun yang tinggal di Jemur Wonosari Gg. Masjid No. 28, mengungkapkan kesedihannya.

“Habis semua barang berharga saya terbakar habis gak ada yang tersisa,” ujar Munir.

Ia mengaku saat itu sedang menonton televisi di rumah lantas menyium bau sangit.

Tak hanya itu ia juga mendengar tetangga sekitar juga pada keluar. Ia memutuskan untuk keluar rumah ternyata melihat asap pekat.

“Waktu itu lagi nonton tv kok ada bau gak biasa agak sangit. Terus di luar juga banyak tetangga yang keluar rumah sudah teriak kebakaran dan menyiramkan air,” jelasnya.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera memberikan bantuan kepada para korban kebakaran. Bantuan yang diberikan meliputi 34 paket makanan bergizi, 28 paket sandang laki-laki, 26 paket sandang perempuan, 28 kasur, 28 selimut, 5 paket lansia, 6 kids ware, dan 7 higiene kit. Selain itu, BPBD juga menyediakan permakanan tiga kali sehari selama 10 hari.

“Kami akan terus berupaya memberikan yang terbaik bagi para korban kebakaran. Tempat tinggal sementara juga telah disiapkan di Balai RW 03 Jemur Wonosari,” ujar Kabid Darlog BPBD Kota Surabaya Linda Novanti.

Upaya pemadaman dan pembasahan dilakukan oleh DPKP (Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan) Kota Surabaya.

BPBD Kota Surabaya juga menyiagakan tim P3K dan evakuator, serta melakukan pendataan dan kaji cepat.

Unsur-unsur yang terlibat dalam penanganan kebakaran ini antara lain BPBD Kota Surabaya, DPKP Kota Surabaya, PLN Kota Surabaya, Praja Wonocolo, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Sidosermo, Polsek Wonocolo, dan Tim Inafis Polrestabes Surabaya. (ahm)

Petugas DPKP Surabaya berjibaku memadamkan api yang membesar selama dua jam membakar tujuh bangunan rumah warga di Jemur Wonosari Gang Masjid, Rabu (18/9) malam. (Foto: Istimewa)

.

Jay Wijayanto

Recent Posts

WFH Sehari dalam Sepekan Jadi Strategi Hemat Energi, Konsumsi BBM Turun 20 Persen

Pemerintah menyiapkan langkah-langkah penghematan energi nasional. Eskalasi di Timur Tengah dengan peran antara Israel-Amerika Serikat…

20 minutes ago

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Makam Tengah sebagai Titik Sentral (3)

Luas Makam Islam Desa Tambaksumur sekitar 1 hektare. Di sudut timur laut, terdapat bangunan calon…

2 hours ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (12): Kereta Cepat “Whoosh” yang Menyambung Dua Kota Suci

Ada satu hal menarik yang saya rasakan setiap kali menaiki kereta cepat. Bukan hanya karena…

4 hours ago

Waspadai Penyakit Menular saat Musim Mudik, Balai Karantina Pantau Bandara dan Pelabuhan

Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…

22 hours ago

Temukan Tempat Hiburan Nekat Buka selama Ramadan, Satpol PP Surabaya Beri Sanksi

Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…

1 day ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (11): Berlebaran di Tanah Haram

Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…

1 day ago

This website uses cookies.