Categories: Surabaya

Unesa Gelar Doa dan Nyalakan Ribuan Lilin untuk Negeri, Serukan Perdamaian

METROTODAY, SURABAYA – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar doa untuk negeri di Lapangan Rektorat Unesa, Rabu (3/9) malam.

Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran rektor, dosen, dan mahasiswa sebagai respons terhadap situasi nasional yang memanas akibat gelombang demonstrasi.

Selain doa bersama, mereka juga membacakan pernyataan sikap dan menyalakan ribuan lilin perdamaian untuk Indonesia.

Rektor Unesa, Prof. Nurhasan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan seruan kepada seluruh warga Indonesia untuk menciptakan suasana yang sejuk, damai, dan kondusif.

“Semua harus menahan diri, agar kejadian yang akhir-akhir ini terjadi tidak terulang lagi. Agar mimpi kita bersama, mimpi Bapak Presiden Prabowo bisa terlaksana dengan baik dan kita menjadi bangsa besar di tahun 2045,” ujarnya.

Prof. Nurhasan juga menyampaikan harapannya agar TNI/Polri menahan diri untuk tidak represif dalam menghadapi aksi demonstrasi.

“Semoga ini bisa menjadi evaluasi terukur agar masyarakat dan bangsa kita menjadi damai, adil, dan sejahtera sesuai harapan Bapak Presiden,” harap Cak Hasan, sapaan akrabnya.

Apresiasi juga disampaikan atas pembebasan lima mahasiswa Unesa yang sempat ditahan saat aksi demonstrasi sebelumnya.

“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih. Ini penting untuk kita semua agar bisa menahan diri untuk kedamaian dan ketenangan bangsa kita karena kita perlu cepat membangun dan beradaptasi di era yang penuh ketidakpastian,” katanya.

Prof. Nurhasan menambahkan bahwa kondisi saat ini harus menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk berbenah diri.

“Saya yakin pemerintah dan aparat akan bekerja keras untuk kepentingan rakyat,” tegasnya.

Sementara itu, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unesa, Muhammad La Rayba Fie, menyatakan keprihatinannya atas kerusakan cagar budaya, seperti Gedung Negara Grahadi dan Mapolsek Tegalsari.

“Kami sangat menyayangkan Gedung Negara Grahadi dan Mapolsek Tegalsari yang telah dibakar kemarin Sabtu malam di Surabaya. Itu merupakan peninggalan bangsa. Kami juga menuntut usut tuntas siapa dalang di balik kerusuhan ini semua,” ujarnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Kenjeran Jadi Saksi Lahirnya Laboratorium Keliling Deteksi Ancaman Mikroplastik

Mobil laboratorium pendidikan keliling Perjalanan Mikroplastik (Microplastic Journey), yang merupakan yang pertama di Indonesia dioperasionalkan.

3 hours ago

Komisi B DPRD Surabaya Soroti Pagar Tinggi Mal di Surabaya: Jangan Bangun Kesan Kota Mencekam

Pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya menuai sorotan. Anggota Komisi B DPRD…

4 hours ago

Kanwil DJP II Jatim Capai Penerimaan Rp16,08 T, Buah Sinergi dengan Media

Kanwil DJP Jatim II mencatat penerimaan pajak telah mencapai Rp16,08 triliun. Kepatuhan wajib pajak juga…

4 hours ago

Gantikan Rontgen, Hormon dalam Air Liur Bisa Diagnosa Kapan Gigi Anak Tumbuh

Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Sindy Cornelia Nelwan, drg., Sp.KGA., K-KGA.,…

5 hours ago

Operasi SAR Khusus KM Mutiara Sentosa 2 Dihentikan, Bangkai Kapal Diduga Terbawa Arus

Operasi Pencarian dan Pertolongan khusus penanganan kebakaran KM Mutiara Sentosa II resmi dihentikan dan dialihkan…

12 hours ago

Jenazah Dua Korban KM Mutiara Sentosa 2 Diserahkan ke Keluarga, Tiga Jenazah Menyusul

Dua jenazah korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 telah resmi diserahterimakan kepada pihak keluarga. Tim…

16 hours ago

This website uses cookies.