Dari kiri; Prof Sigit Tri Wicaksono SSi MSi PhD, Prof Yatim Lailun Ni'mah SSi MSi PhD, dan Prof Suprapto SSi MSi PhD yang dikukuhkan menjadi guru besar ke-222, 223, dan 224 ITS. (Foto: Istimewa)
METROTODAY, SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali mengukuhkan lima profesor baru dalam Sidang Terbuka Dewan Profesor ITS yang digelar di Grha Sepuluh Nopember ITS, Kamis (14/8). Pengukuhan ini menandai kali keempat ITS mengukuhkan profesor di tahun 2025.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS, Prof. Nurul Widiastuti, yang mewakili Rektor ITS, menyampaikan apresiasi atas bertambahnya guru besar di ITS.
“Pengukuhan profesor ini mendorong percepatan ITS sebagai World Class University Top 300 Dunia pada tahun 2030,” ujarnya.
Dengan pengukuhan ini, ITS kini memiliki 226 guru besar. Sidang pengukuhan diawali dengan orasi ilmiah dari Prof. Sigit Tri Wicaksono, guru besar ke-222 ITS, yang membahas optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam untuk kemandirian bangsa dan Indonesia Emas 2045.
“Pemanfaatan limbah serbuk batu alam dapat meningkatkan performa sifat mekanik bahan komposit,” jelasnya.
Prof. Yatim Lailun Ni’mah, guru besar Departemen Kimia, memaparkan tentang penanganan limbah berbahaya menggunakan olahan limbah.
“Integrasi riset dan inovasi teknologi dapat menciptakan pengelolaan limbah berkelanjutan dengan memanfaatkan limbah organik sebagai bioadsorben,” terangnya.
Selanjutnya, Prof. Suprapto dari Departemen Kimia ITS menjelaskan tentang aplikasi kemometrik dalam analisis kimia.
“Aplikasi ini bermanfaat untuk meningkatkan perkembangan ilmu pengetahuan melalui analisis data, deteksi penyakit lebih awal, pemantauan polutan, dan optimalisasi industri,” katanya.
Prof. Tutik Nurhidayati membahas peran fisiologi tumbuhan dalam pemanfaatan lahan suboptimal untuk ketahanan pangan nasional.
“Fisiologis tumbuhan berperan dalam meningkatkan ketahanan pangan melalui teknologi lahan marginal dan rekayasa metabolisme via kultur jaringan,” jelasnya.
Prof. Adhi Dharma Wibawa dari Program Studi Teknologi Kedokteran ITS memaparkan tentang pemanfaatan sinyal otak untuk menunjang inovasi neuroteknologi.
“Upaya ini dapat membantu pasien yang tidak bisa berucap untuk menerjemahkan apa yang dikatakan pasien dalam pikiran,” ungkapnya.
Ketua Dewan Profesor ITS, Prof. Imam Robandi, menyampaikan harapannya agar pengukuhan ini dapat meningkatkan kebermanfaatan ITS bagi masyarakat luas.
“Pengukuhan guru besar ini diharapkan dapat membuat ITS semakin dikenal kebermanfaatannya bagi masyarakat luas,” harapnya.
Pengukuhan lima profesor baru ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-4, yang berfokus pada pendidikan berkualitas, serta membuktikan kontribusi nyata ITS dalam mencetak insan cendekia bangsa. (ahm)
Operasi Pencarian dan Pertolongan khusus penanganan kebakaran KM Mutiara Sentosa II resmi dihentikan dan dialihkan…
Dua jenazah korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 telah resmi diserahterimakan kepada pihak keluarga. Tim…
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, menyatakan penyelenggaraan ibadah haji 2026 secara…
Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya menertibkan enam bangunan liar (bangli) yang berdiri…
Suasana hangat penuh tawa memenuhi Pasar Burung Dolly, RW 12 Kelurahan Putat Jaya, Surabaya. Dalam…
Wakil Ketua Bidang Hukum dan Pembelaan Wartawan PWI Jawa Timur Samiadji Makin Rahmat menyatakan bahwa…
This website uses cookies.