Categories: Surabaya

54 Bangunan Terdampak Normalisasi Sungai Kalianak di Krembangan Surabaya Mulai Ditandai dan Siap Ditertibkan

METROTODAY, SURABAYA – Normalisasi Sungai Kalianak untuk mengatasi banjir di Kecamatan Asemrowo dan Krembangan terus dilanjutkan.

Setelah menyelesaikan tahap pertama, kini Pemkot memulai tahap kedua dengan melakukan penandaan pada 54 bangunan yang terdampak.

Tim gabungan dari Pemkot Surabaya mulai memberikan tanda silang pada bangunan-bangunan yang akan ditertibkan mulai Rabu (6/8).

Hal ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari sosialisasi yang telah dilaksanakan sebelumnya.

Camat Krembangan, Harun Ismail, menjelaskan bahwa proses penandaan ini sama dengan yang dilakukan pada tahap pertama.

“Ini adalah lanjutan setelah kami melakukan sosialisasi. Kami tindaklanjuti dengan kegiatan pengukuran dan pemberian tanda,” jelas Harun.

Tahap penandaan ini direncanakan selesai dalam dua hari dan menyasar dua wilayah, yaitu RW 07 dan RW 06.

Petugas dari Disperkim dan DSDABM Kota Surabaya memberikan tanda silang kepada rumah yang terdampak normalisasi. (Foto: Istimewa)

“Hari ini di wilayah RW 07, besok kami lanjutkan di wilayah RW 06. Harapannya warga bisa bersiap-siap,” imbuhnya.

Proses penandaan dilakukan menggunakan alat GPS Geodetic oleh Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman serta Pertanahan (Disperkim) Surabaya, kemudian dilanjutkan dengan pemberian tanda silang oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya.

Setelah penandaan, warga diberikan kesempatan untuk memindahkan barang-barang mereka secara mandiri.

“Warga dapat melakukan penertiban secara manual, tetapi bisa juga dibantu oleh Satpol PP, DSDABM, maupun Disperkim. Setelah barang-barang dipindahkan, proses pembongkaran akan dilanjutkan,” terangnya.

Harun berharap masyarakat dapat bersikap kooperatif dan memberikan dukungan penuh terhadap program pemerintah ini, sehingga upaya normalisasi sungai untuk mengatasi masalah banjir dapat berjalan dengan lancar.

“Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar, termasuk di sisi Asemrowo nanti,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

WFH Sehari dalam Sepekan Jadi Strategi Hemat Energi, Konsumsi BBM Turun 20 Persen

Pemerintah menyiapkan langkah-langkah penghematan energi nasional. Eskalasi di Timur Tengah dengan peran antara Israel-Amerika Serikat…

2 hours ago

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Makam Tengah sebagai Titik Sentral (3)

Luas Makam Islam Desa Tambaksumur sekitar 1 hektare. Di sudut timur laut, terdapat bangunan calon…

4 hours ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (12): Kereta Cepat “Whoosh” yang Menyambung Dua Kota Suci

Ada satu hal menarik yang saya rasakan setiap kali menaiki kereta cepat. Bukan hanya karena…

5 hours ago

Waspadai Penyakit Menular saat Musim Mudik, Balai Karantina Pantau Bandara dan Pelabuhan

Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…

24 hours ago

Temukan Tempat Hiburan Nekat Buka selama Ramadan, Satpol PP Surabaya Beri Sanksi

Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…

1 day ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (11): Berlebaran di Tanah Haram

Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…

1 day ago

This website uses cookies.