Categories: Surabaya

Pria di Surabaya Ditangkap Usai Pacari Gadis 16 Tahun dan Dieksploitasi untuk Open BO

METROTODAY, SURABAYA – Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya berhasil meringkus ABZ, 22, seorang pencari tamu yang diduga melakukan tindak pidana persetubuhan terhadap anak dan eksploitasi seksual terhadap seorang remaja berusia 16 tahun.

Modus yang digunakan pelaku dengan memanfaatkan hubungan pacaran untuk memaksa korban terlibat dalam layanan jasa seksual open BO.

Korban DKP, 16, berkenalan dengan ABZ melalui perantara teman pada Maret 2025 dan menjalin hubungan pacaran pada Mei 2025. Namun, hubungan tersebut ternyata berujung eksploitasi seksual.

Wakasatreskrim Polrestabes Surabaya, Kompol Rahmad Aji Prabowo, menjelaskan bahwa pelaku memaksa korban untuk berhubungan intim dan terlibat dalam layanan jasa seksual (open BO) dengan tarif Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu per tamu.

“Kemudian pelaku mengambil keuntungan Rp 50 ribu hingga Rp 100 ribu dari setiap transaksi,” kata Kompol Aji, Selasa (5/8).

Ia mengungkapkan bahwa motif utama ABZ adalah ekonomi. Namun, pelaku sebelumnya menjalin hubungan asmara dengan korban.

“Pelaku sengaja menjalin hubungan dengan korban untuk memanfaatkannya secara ekonomi dengan menawarkan layanan seksual anak di bawah umur,” ungkapnya.

Selain menangkap ABZ, polisi juga menyita barang bukti berupa KTP pelaku dan satu unit handphone.

Kompol Aji menegaskan ABZ dijerat dengan Pasal 81 UU No. 17/2016 jo. Pasal 76D UU No. 35/2014 tentang Perlindungan Anak dengan pidana penjara 5-15 tahun dan denda hingga Rp 5 miliar.

Selain itu juga dijerat Pasal 2 dan 17 UU No. 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan ancaman pidana penjara 3-15 tahun dan denda Rp 120 juta-Rp 600 juta.

“Ancaman hukuman bertambah 1/3 karena korban masih anak-anak,” tegasnya.

Kompol Aji menekankan komitmen Polrestabes Surabaya dalam memberantas eksploitasi anak. Korban saat ini mendapat pendampingan psikologis dan perlindungan hukum.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk waspada dan segera melapor jika menemukan indikasi kejahatan serupa. “Segera laporkan jika ada indikasi kejahatan serupa ke pihak berwajib,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Kenjeran Jadi Saksi Lahirnya Laboratorium Keliling Deteksi Ancaman Mikroplastik

Mobil laboratorium pendidikan keliling Perjalanan Mikroplastik (Microplastic Journey), yang merupakan yang pertama di Indonesia dioperasionalkan.

5 hours ago

Komisi B DPRD Surabaya Soroti Pagar Tinggi Mal di Surabaya: Jangan Bangun Kesan Kota Mencekam

Pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya menuai sorotan. Anggota Komisi B DPRD…

6 hours ago

Kanwil DJP II Jatim Capai Penerimaan Rp16,08 T, Buah Sinergi dengan Media

Kanwil DJP Jatim II mencatat penerimaan pajak telah mencapai Rp16,08 triliun. Kepatuhan wajib pajak juga…

6 hours ago

Gantikan Rontgen, Hormon dalam Air Liur Bisa Diagnosa Kapan Gigi Anak Tumbuh

Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Sindy Cornelia Nelwan, drg., Sp.KGA., K-KGA.,…

7 hours ago

Operasi SAR Khusus KM Mutiara Sentosa 2 Dihentikan, Bangkai Kapal Diduga Terbawa Arus

Operasi Pencarian dan Pertolongan khusus penanganan kebakaran KM Mutiara Sentosa II resmi dihentikan dan dialihkan…

14 hours ago

Jenazah Dua Korban KM Mutiara Sentosa 2 Diserahkan ke Keluarga, Tiga Jenazah Menyusul

Dua jenazah korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 telah resmi diserahterimakan kepada pihak keluarga. Tim…

18 hours ago

This website uses cookies.