METROTODAY, SURABAYA – Kecelakaan tragis terjadi di Jalan Ahmad Yani tepatnya di dekat perlintasan kereta api (KA) Margorejo, Surabaya, Jumat (25/7) subuh pukul 04.07 WIB.
Seorang pria tanpa identitas ditemukan meninggal dunia setelah tertabrak kereta api. Petugas gabungan tiba di lokasi kejadian hanya empat menit setelah menerima laporan dari Command Center 112.
“Saat kami tiba, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Anwar, salah satu petugas BPBD Kota Surabaya.
Petugas langsung melakukan koordinasi dengan pihak KAI untuk mengamankan lokasi dan menutup sementara palang pintu kereta api.
Korban diperkirakan berusia 58 tahun. Identitasnya hingga kini masih belum diketahui karena tidak membawa dokumen identitas apapun. Proses identifikasi dilakukan oleh Tim Inafis Polrestabes Surabaya.
“Kami masih berupaya mengidentifikasi korban. Kami berharap masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya dapat menghubungi kami,” imbuhnya.
Setelah proses identifikasi, jenazah dievakuasi ke Kamar Jenazah Rumah Sakit Soetomo menggunakan ambulans Dinas Sosial. Evakuasi dilakukan oleh petugas gabungan dari BPBD Kota Surabaya, Posko Terpadu Selatan, dan dibantu oleh petugas KAI.
Kejadian ini melibatkan berbagai pihak dalam penanganan di lapangan, termasuk BPBD Kota Surabaya, TGC Selatan, Polsek Wonocolo, Inafis Polrestabes Surabaya, Posko Terpadu Selatan, petugas KAI, dan Praja Wonocolo. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan ini. (ahm)
Pemerintah menyiapkan langkah-langkah penghematan energi nasional. Eskalasi di Timur Tengah dengan peran antara Israel-Amerika Serikat…
Luas Makam Islam Desa Tambaksumur sekitar 1 hektare. Di sudut timur laut, terdapat bangunan calon…
Ada satu hal menarik yang saya rasakan setiap kali menaiki kereta cepat. Bukan hanya karena…
Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…
Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…
Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…
This website uses cookies.