FGD bertema Strategi dan Dukungan Pemerintah Kota Surabaya dalam Menghadapi Dinamika Regulasi di Dunia Usaha yang digelar Pemkot Surabaya, Rabu (23/7). (Foto: Pemkot Surabaya)
METROTODAY, SURABAYA – Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Pemerintah Kota Surabaya menggelar Forum Group Discussion (FGD) untuk memperkuat sinergisitas bersama pengusaha.
FGD yang digelar di Balai Kota Surabaya pada Rabu (23/7 )ini bertema Strategi dan Dukungan Pemerintah Kota Surabaya dalam Menghadapi Dinamika Regulasi di Dunia Usaha. Langkah ini menjadi bukti nyata sinergitas yang terus dipererat antara pemerintah dan pelaku bisnis di Kota Pahlawan.
Asisten Administrasi Umum Pemkot Surabaya, Anna Fajriatin, dalam sambutannya menekankan betapa pentingnya kolaborasi dan kontribusi antara pemerintah dan pelaku usaha. Menurutnya, sinergi yang terjalin akan menciptakan kekuatan luar biasa bagi kemajuan Kota Surabaya.
“Intinya, kegiatan ini adalah kolaborasi, kontribusi. Bagaimana menciptakan sebuah strategi di Kota Surabaya antara pemerintahnya, antara pelaku usahanya saling bersinergi, saling berkolaborasi untuk menuju sebuah kekuatan yang luar biasa,” tegas Anna.
Ia pun membuka ruang lebar bagi para pengusaha untuk menyampaikan kendala serta masukan konstruktif. Anna menyadari bahwa Pemkot Surabaya tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan aktif dari para pelaku usaha.
“Tidak mungkin pemerintah Kota Surabaya itu berjalan sendiri. Tanpa berdampingan dengan teman-teman di pelaku usaha, karena tujuan bersama kita adalah melayani warga Surabaya,” imbuhnya.
Kepala Disperinaker Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, menyoroti dinamika regulasi di tingkat nasional dan daerah yang terus mengalami perubahan, termasuk implementasi Undang-Undang Cipta Kerja dan berbagai reformasi kebijakan lainnya.
“Tentu dinamika ini membawa tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah, khususnya Pemerintah Kota Surabaya,” ujar Agus Hebi.
Sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur, Surabaya dituntut untuk adaptif dan mampu merumuskan kebijakan lokal yang inovatif serta solutif.
FGD ini menjadi wadah strategis untuk bertukar pikiran dan menyusun langkah-langkah antisipatif terhadap perubahan regulasi.
Agus Hebi menjelaskan bahwa ada empat poin konkret yang diharapkan tercapai melalui forum diskusi ini:
Dengan sinergi yang kuat, Surabaya optimis dapat terus maju dan memberikan pelayanan terbaik bagi warganya. (red)
Mobil laboratorium pendidikan keliling Perjalanan Mikroplastik (Microplastic Journey), yang merupakan yang pertama di Indonesia dioperasionalkan.
Pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di Surabaya menuai sorotan. Anggota Komisi B DPRD…
Kanwil DJP Jatim II mencatat penerimaan pajak telah mencapai Rp16,08 triliun. Kepatuhan wajib pajak juga…
Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Sindy Cornelia Nelwan, drg., Sp.KGA., K-KGA.,…
Operasi Pencarian dan Pertolongan khusus penanganan kebakaran KM Mutiara Sentosa II resmi dihentikan dan dialihkan…
Dua jenazah korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 telah resmi diserahterimakan kepada pihak keluarga. Tim…
This website uses cookies.