Categories: Surabaya

KPK Periksa Lima Kepala Desa di Blitar sebagai Saksi Kasus Dana Hibah di Pemprov Jatim

METROTODAY, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menunjukkan keseriusannya dalam membongkar tuntas kasus dugaan korupsi pengelolaan dana hibah untuk kelompok masyarakat (pokmas) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur tahun anggaran 2021–2022.

Terkini, lembaga antirasuah tersebut memanggil lima kepala desa atau kepala dusun sebagai saksi yang menambah panjang daftar pihak yang diperiksa dalam pusaran kasus ini.

Pemeriksaan yang berlangsung di Polresta Blitar pada Selasa (15/7) melibatkan sejumlah nama, yaitu KMD (Kepala Dusun Jeding), KTN (Kepala Desa Penataran), SPM (Kepala Desa Candirejo), YNT (Kepala Dusun Kalicilik Candirejo), dan SDK (Kepala Desa Bangsri).

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, memastikan pemanggilan ini sebagai bagian dari upaya KPK untuk mengumpulkan bukti dan keterangan lebih lanjut.

Tidak hanya para kepala desa, KPK juga memanggil dua saksi dari pihak swasta berinisial BAP dan MFH.

Pemanggilan ini menyusul pemeriksaan yang telah dilakukan pada Senin (14/7) pekan ini, di mana anggota DPRD Kota Blitar, Yohan Tri Waluyo, serta empat pihak swasta berinisial PS, HU, SC, dan TH, juga dimintai keterangan.

Perkembangan kasus ini semakin menarik perhatian publik setelah KPK pada 12 Juli 2024 lalu mengumumkan penetapan 21 orang tersangka. Dari jumlah tersebut, empat orang ditetapkan sebagai penerima suap dan 17 orang lainnya sebagai pemberi suap.

Rinciannya, tiga penerima suap adalah penyelenggara negara dan satu staf penyelenggara negara. Sementara itu, dari 17 pemberi suap, 15 di antaranya berasal dari pihak swasta dan dua lainnya merupakan penyelenggara negara.

Kasus ini memang terindikasi melibatkan jaringan yang luas. Pada 20 Juni 2025, KPK telah mengungkapkan bahwa pengucuran dana hibah yang berkaitan dengan kasus ini sementara waktu terjadi di sekitar delapan kabupaten di Jawa Timur.

Penyelidikan mendalam yang dilakukan KPK diharapkan dapat mengungkap seluruh pihak yang terlibat dan mengembalikan kerugian negara akibat praktik korupsi ini. (red)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Jurnalis Surabaya dan Sidoarjo Belajar AI Bareng iSTTS

Puluhan jurnalis Surabaya dan Sidoarjo mengikuti Bootcamp Artificial Intelligence for Journalist di iSTTS. Belajar pemanfaatan…

53 minutes ago

Doa Bersama 1.000 Anak Yatim untuk Sidoarjo yang Lebih Baik di Hari Jadi Ke-167

Pendopo Delta Wibawa terasa berbeda pada Minggu (1/2/2026) pagi. Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-167…

1 hour ago

Persiapan Asrama Haji Surabaya Capai 89 Persen Sambut Jemaah Haji, Fokus Perbaiki Ratusan Kamar yang Rusak

Jelang penyelenggaraan haji 2026, persiapan untuk transit jemaah di Asrama Haji Surabaya terus dilakukan. Dengan…

1 hour ago

Hujan Deras dan Angin Kencang Landa Surabaya, Pohon dan Reklame Tumbang

Cuaca ekstrem melanda Kota Surabaya sejak siang hingga malam hari ini, Selasa (3/2). Hujan deras…

3 hours ago

Diguyur Hujan Deras, Sejumlah Ruas Jalan di Perkampungan dan Jalan Raya di Surabaya Terendam Banjir

Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Surabaya sejak Selasa (3/2) sore hingga malam…

3 hours ago

Rektor UINSA Dukung Upaya Kemenag, untuk Peningkatan Kesejahteraan Guru Madrasah

Kementerian Agama (Kemenag) akan melakukan perbaikan tata kelola dan peningkatan kesejahteraan guru madrasah di seluruh…

20 hours ago

This website uses cookies.