Categories: Surabaya

Khofifah Tegaskan Keterangannya Bantu KPK Usut Kasus Dana Hibah di Pemprov Jatim

METROTODAY, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menjalani pemeriksaan selama delapan jam oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Mapolda Jawa Timur hari ini.

Pemeriksaan tersebut terkait kasus korupsi dana hibah kelompok masyarakat (Pokmas) tahun anggaran 2021/2022 dimana Khofifah diperiksa sebagai saksi.

Meskipun pemeriksaan berlangsung intensif, Khofifah menekankan komitmennya terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah.

“Saya telah memberikan penjelasan secara lengkap kepada penyidik KPK,” kata Khofifah seusai menjalani pemeriksaan, Kamis (10/7).

Ia menyebut pemeriksaan ini berfokus pada proses penyaluran dana hibah. “Saya ingin menegaskan bahwa semua proses tersebut telah dilakukan sesuai prosedur dan transparan,” tegasnya.

Khofifah menjelaskan bahwa pertanyaan dari penyidik KPK sangat detail. Antara lain menanyakan seluruh alur proses penyaluran dana hibah dari tahun 2021 hingga 2024, termasuk peran dan tanggung jawab masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jatim.

“Banyak pertanyaan yang diajukan, karena mereka ingin memahami seluruh detail proses penyaluran dana hibah dari awal hingga akhir,” jelasnya.

Namun, ia berharap keterangan yang diberikan ke penyidik KPK bisa membuka jalan untuk mengungkap kasus tersebut.

“Saya yakin semua keterangan yang saya berikan dapat membantu KPK dalam mengungkap kasus ini,” tegasnya.

Khofifah berharap keterangannya dapat memberikan gambaran yang jelas tentang mekanisme penyaluran dana hibah di Pemprov Jatim dan sekaligus menegaskan komitmennya untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas dalam pemerintahan.

Ia menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah daerah dan KPK dalam upaya pemberantasan korupsi.

“Saya berharap proses hukum dapat berjalan lancar dan memberikan keadilan bagi semua pihak. Saya juga mengajak seluruh pihak untuk mendukung upaya pemberantasan korupsi demi terciptanya pemerintahan yang bersih dan berintegritas,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Gantikan Rontgen, Hormon dalam Air Liur Bisa Diagnosa Kapan Gigi Anak Tumbuh

Guru Besar Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga, Prof. Dr. Sindy Cornelia Nelwan, drg., Sp.KGA., K-KGA.,…

27 minutes ago

Operasi SAR Khusus KM Mutiara Sentosa 2 Dihentikan, Bangkai Kapal Diduga Terbawa Arus

Operasi Pencarian dan Pertolongan khusus penanganan kebakaran KM Mutiara Sentosa II resmi dihentikan dan dialihkan…

8 hours ago

Jenazah Dua Korban KM Mutiara Sentosa 2 Diserahkan ke Keluarga, Tiga Jenazah Menyusul

Dua jenazah korban kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 telah resmi diserahterimakan kepada pihak keluarga. Tim…

12 hours ago

Jatim Segera Punya Embarkasi Baru di Bandara Dhoho Kediri, Ringankan Beban Juanda dan Asrama Haji Surabaya

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochamad Irfan Yusuf, menyatakan penyelenggaraan ibadah haji 2026 secara…

12 hours ago

Enam Bangli di TPU Keputih Surabaya Digusur, Lahan 1.800 Meter Persegi Dikembalikan Jadi Area Pemakaman

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya menertibkan enam bangunan liar (bangli) yang berdiri…

15 hours ago

Dari Kawasan Lokalisasi jadi Ruang Berkarya, Tangan-Tangan Kecil Membatik di Eks Gang Dolly Surabaya

Suasana hangat penuh tawa memenuhi Pasar Burung Dolly, RW 12 Kelurahan Putat Jaya, Surabaya. Dalam…

16 hours ago

This website uses cookies.