Categories: Surabaya

Kemendikti Dorong Peran BEM Ciptakan Perubahan lewat Program Mahasiswa Berdampak

METROTODAY, SURABAYA – Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Ditjen Riset dan Pengembangan Kemendikti Saintek menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Proposal Program Kosabangsa dan Sosialisasi Program Mahasiswa Berdampak di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Selasa (3/6).

Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dalam pemberdayaan masyarakat.

Tenaga Ahli Staf Khusus Menteri Bidang Tata Kelola Lembaga, Fidela Marwa Huwaida, menekankan peran penting BEM sebagai penggerak utama program ini.

“Program Mahasiswa Berdampak ini adalah wadah bagi mahasiswa, khususnya pengurus BEM, untuk berkontribusi langsung melalui pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Fidela menambahkan kolaborasi multidisiplin BEM memungkinkan program yang holistik dan berdampak nyata, menjadikan mahasiswa sebagai aktor penting transformasi sosial.

Program ini, lanjutnya, merupakan wujud nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian masyarakat. “Ilmu di kampus harus menyentuh persoalan nyata masyarakat. Perubahan besar dimulai dari langkah kecil bersama,” tegas Fidela.

Hal senada disampaikan Reviewer Pengabdian kepada Masyarakat DPPM, Prof. Yohana Sutiknyawati Kusuma Dewi. Ia menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahan masyarakat.

“Kalau bicara permasalahan masyarakat, mahasiswa nomor satu. Mereka yang pertama bergerak ketika ada yang tidak sesuai,” tegasnya.

Prof. Yohana memaparkan tema pengabdian yang mencakup pendidikan, pertanian, kesehatan, peternakan, mitigasi bencana, dan seni budaya, memprioritaskan pangan, energi, dan kesehatan sesuai Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) 2017–2045.

Rektor Untag Surabaya, Prof. Mulyanto Nugroho, menyambut baik sinergi ini. Ia menyebutkan Untag Surabaya mengirimkan sekitar 1.800 mahasiswa untuk Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun ini, yang terintegrasi dengan program pengabdian masyarakat.

“KKN Untag Surabaya 140 jam untuk menyusun kerja di desa. Mahasiswa yang mengikuti program ini akan dikonversi ke KKN,” jelasnya.

Program Mahasiswa Berdampak merupakan langkah konkret DPPM untuk mendorong peran aktif mahasiswa sebagai agen perubahan. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Atasi Banjir di Surabaya Selatan, Pemkot Fokus Penyambungan Saluran dan Penyamaan Ketinggian Air

Penanganan banjir di wilayah Surabaya Selatan dilakukan dengan pendekatan yang menyeluruh. Pemerintah kota menitikberatkan pada…

7 hours ago

Anas Karno Resmi Jabat Sekretaris Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Kota Surabaya

Anas Karno ditetapkan sebagai Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya dalam rapat paripurna yang digelar…

7 hours ago

Gantikan Adi Sutarwijono, Syaifuddin Zuhri Dilantik sebagai Ketua DPRD Surabaya, Fokus Optimalisasi Pendapatan Daerah

Syaifuddin Zuhri resmi dilantik dan mengucap sumpah jabatan sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…

7 hours ago

Kelihaian Perempuan Mengubah Diam Menjadi Emas

KALIMAT yang diucapkan belum sepenuhnya tuntas. Tapi, air matanya sudah tumpah membasahi pipi. Ia tak…

9 hours ago

Pakar: Pengelolaan Budaya Surabaya Dinilai Masih Fase Transisi

Penyediaan ruang publik serta transformasi lembaga kesenian menjadi lembaga kebudayaan dinilai sebagai langkah positif menuju…

1 day ago

KAI Uji Coba Biodiesel B50 di KA Sembrani, Performa Tetap Optimal di Jalur Surabaya – Jakarta

PT KAI melakukan terobosan baru dengan menggelar uji coba perdana penggunaan bahan bakar Biodiesel B50…

1 day ago

This website uses cookies.