Categories: Surabaya

Respons KAI Daop 8 Surabaya soal KA Pandalungan Bocor: Minta Maaf dan Pertanyakan Validitas Video

METROTODAY, SURABAYA – Sebuah video viral di Instagram @explore_surabaya pada 17 Mei 2025 memperlihatkan kebocoran air hujan di dalam gerbong Kereta Api (KA) Pandalungan.

Kejadian ini membuat sejumlah penumpang terganggu. Air tampak menetes dari celah AC membasahi lantai kereta.

Video tersebut menunjukkan seorang petugas memeriksa kerusakan tersebut.

Menanggapi video tersebut, Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Luqman Arif, menyampaikan permohonan maaf.

“Kami KAI meminta maaf atas ketidaknyamanan penumpang kereta api ketika kebocoran terjadi di kereta,” ujarnya, Senin (26/5).

Namun, Luqman menyatakan belum menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut.

“Mulai Jumat sampai saat ini belum ada laporan yang masuk ke kami,” jelasnya. Ia juga mempertanyakan validitas video karena kurangnya informasi waktu dan lokasi kejadian.

“Ketika saya lihat di video tersebut tidak valid karena tidak ada keterangan kapan dan di mana,” ungkap Luqman.

Luqman menekankan pentingnya penumpang melapor jika mengalami kejadian serupa.

“Seharusnya penumpang melaporkan hal itu jika terjadi di wilayah Daop 8 Surabaya,” imbuhnya.

Ia menjelaskan prosedur penanganan jika terjadi kebocoran: kereta akan berhenti di stasiun terdekat untuk perbaikan.

“Bisa ditunda dengan memberikan pengumuman atau informasi kepada penumpang terkait penyebabnya. Apabila penundaan sampai 1 jam serta ada penumpang yang ingin membatalkan, maka bea kembali 100 persen,” terang Luqman.

Terkait kompensasi, Luqman menjelaskan bahwa KAI memberikan pengembalian biaya tiket 50 persen jika AC kereta tidak berfungsi dengan baik.

“Kalau AC panas ada kompensasi, bea kembali 50 persen di stasiun tujuan,” tuturnya.

Luqman memastikan KAI telah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kereta sebelum beroperasi, sesuai standar operasional prosedur (SOP).

“Sebelum berangkat dilakukan pemeriksaan menyeluruh. Baik itu fasilitas, keterfungsian alat, kebersihan dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Meskipun demikian, kejadian ini kembali menyoroti pentingnya pelaporan dari penumpang untuk meningkatkan pelayanan kereta api di masa mendatang. (*)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Atasi Banjir di Surabaya Selatan, Pemkot Fokus Penyambungan Saluran dan Penyamaan Ketinggian Air

Penanganan banjir di wilayah Surabaya Selatan dilakukan dengan pendekatan yang menyeluruh. Pemerintah kota menitikberatkan pada…

7 hours ago

Anas Karno Resmi Jabat Sekretaris Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Kota Surabaya

Anas Karno ditetapkan sebagai Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya dalam rapat paripurna yang digelar…

7 hours ago

Gantikan Adi Sutarwijono, Syaifuddin Zuhri Dilantik sebagai Ketua DPRD Surabaya, Fokus Optimalisasi Pendapatan Daerah

Syaifuddin Zuhri resmi dilantik dan mengucap sumpah jabatan sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…

7 hours ago

Kelihaian Perempuan Mengubah Diam Menjadi Emas

KALIMAT yang diucapkan belum sepenuhnya tuntas. Tapi, air matanya sudah tumpah membasahi pipi. Ia tak…

9 hours ago

Pakar: Pengelolaan Budaya Surabaya Dinilai Masih Fase Transisi

Penyediaan ruang publik serta transformasi lembaga kesenian menjadi lembaga kebudayaan dinilai sebagai langkah positif menuju…

1 day ago

KAI Uji Coba Biodiesel B50 di KA Sembrani, Performa Tetap Optimal di Jalur Surabaya – Jakarta

PT KAI melakukan terobosan baru dengan menggelar uji coba perdana penggunaan bahan bakar Biodiesel B50…

1 day ago

This website uses cookies.