METROTODAY, SURABAYA – Gudang penyimpanan kemiri di Jalan Sultan Iskandar Muda, Surabaya, dilalap si jago merah pada Kamis pagi (22/5).
Kejadian yang diduga dipicu oleh korsleting listrik ini sempat membuat panik warga sekitar, mengingat lokasi gudang yang berdekatan dengan SPBU dan dua sekolah.
Sebanyak 18 unit mobil pemadam kebakaran dari Dinas Kebakaran dan Penyelamatan (DKP) Kota Surabaya dikerahkan untuk memadamkan api dan mencegah menjalar ke bangunan lain. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 06.00 WIB setelah menerima laporan.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya, Wasis Sutikno, mengungkapkan bahwa petugas SPBU di dekat lokasi kejadian mengaku mencium bau asap dari dalam gudang pada malam hari.
Ia menambahkan, dugaan sementara, kebakaran terjadi disebabkan oleh korsleting listrik di dalam gudang.
Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam, dan api berhasil dipadamkan sekitar pukul 07.01 WIB.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.
“Kami mengimbau kepada pemilik gudang untuk selalu memperhatikan aspek keamanan, terutama instalasi listrik dan sistem pengamanan kebakaran,” tambah Wasis.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan dan pencegahan kebakaran terutama di gedung gedung yang tidak dijaga. (*)
Penanganan banjir di wilayah Surabaya Selatan dilakukan dengan pendekatan yang menyeluruh. Pemerintah kota menitikberatkan pada…
Anas Karno ditetapkan sebagai Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya dalam rapat paripurna yang digelar…
Syaifuddin Zuhri resmi dilantik dan mengucap sumpah jabatan sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)…
KALIMAT yang diucapkan belum sepenuhnya tuntas. Tapi, air matanya sudah tumpah membasahi pipi. Ia tak…
Penyediaan ruang publik serta transformasi lembaga kesenian menjadi lembaga kebudayaan dinilai sebagai langkah positif menuju…
PT KAI melakukan terobosan baru dengan menggelar uji coba perdana penggunaan bahan bakar Biodiesel B50…
This website uses cookies.