Categories: Surabaya

Unair Serahkan Vaksin ASF dan PMK ke Mitra Dorong Hilirisasi Hasil Riset

METROTODAY, SURABAYA – Universitas Airlangga (Unair) Surabaya resmi menyerahkan dua seed (bibit) vaksin unggulan hasil riset kampus yakni vaksin African Swine Fever (ASF) dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kepada mitra kerja dalam pameran riset nasional HITEX 2025 di kampus tersebut, Selasa (20/5).

Rektor Unair Prof Dr Mohammad Nasih MT Ak CA menyerahkan secara simbolis dua seed vaksin itu kepada mitra dalam rangka pengembangan secara luas. Ia berharap inovasi ini dapat mengatasi penyakit pada hewan ternak berkuku genap dan mendorong komersialisasi hasil riset.

“Persiapan kedua vaksin ini sudah cukup lama. Kami bekerja sama dengan Badan Karantina Indonesia untuk mengembangkan vaksin ini. Selain itu, vaksin ini sudah sampai ke tahap kerja sama dengan mitra yang mana menjadi tantangan tersendiri. Karena perlunya analisis yang tepat agar tidak hanya efektif, namun juga memberikan keuntungan,” kata Prof Nasih di Surabaya.

Ia menyebut, ke depan, Unair membuka lebar upaya penugasan yang diberikan langsung oleh pemerintah dalam program riset dan inovasi yang dapat berdampak besar bagi masyarakat.

Selain itu, dukungan dari pemerintah akan semakin mempermudah proses riset yang akan dijalankan.

“Secara target pasar, apabila bukan obat program dari pemerintah maka akan terdapat sedikit kesulitan yang kita hadapi. Karena itu, kami berharap dengan adanya penugasan dari pemerintah dapat meningkatkan keberlanjutan hasil riset ke depannya. Yang mana pemerintah dapat membantu pengembangan hasil riset dalam skala yang lebih besar,” ungkap Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unair itu.

Direktur Hilirisasi dan Kemitraan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemendiktisaintek Prof Yos Sunitiyoso ST M Eng Ph D menambahkan bahwa perguruan tinggi perlu mengembangkan inovasi yang tidak hanya berada di laboratorium saja. Namun juga dapat bermanfaat bagi masyarakat luas.

“Saya rasa pengembangan vaksin ini merupakan contoh yang baik. Yang mana riset tidak hanya berhenti sebagai publikasi dan prototipe saja. Namun dapat sampai ke industri dan dapat berkembang di masyarakat. Kami mendukung penuh berbagai riset dan inovasi serta siap menjadi wadah dalam pengembangannya ke depan,” ujarnya.

Sementara itu dalam acara bertajuk HITEX (Research Invention & Community Development Exhibition) tersebut menghadirkan berbagai hasil riset dari peneliti hebat dari UNAIR dan turut serta mengundang 24 PTN-BH di Indonesia. (*)

Jay Wijayanto

Recent Posts

WFH Sehari dalam Sepekan Jadi Strategi Hemat Energi, Konsumsi BBM Turun 20 Persen

Pemerintah menyiapkan langkah-langkah penghematan energi nasional. Eskalasi di Timur Tengah dengan peran antara Israel-Amerika Serikat…

30 minutes ago

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Makam Tengah sebagai Titik Sentral (3)

Luas Makam Islam Desa Tambaksumur sekitar 1 hektare. Di sudut timur laut, terdapat bangunan calon…

3 hours ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (12): Kereta Cepat “Whoosh” yang Menyambung Dua Kota Suci

Ada satu hal menarik yang saya rasakan setiap kali menaiki kereta cepat. Bukan hanya karena…

4 hours ago

Waspadai Penyakit Menular saat Musim Mudik, Balai Karantina Pantau Bandara dan Pelabuhan

Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…

23 hours ago

Temukan Tempat Hiburan Nekat Buka selama Ramadan, Satpol PP Surabaya Beri Sanksi

Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…

1 day ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (11): Berlebaran di Tanah Haram

Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…

1 day ago

This website uses cookies.