METROTODAY, SURABAYA – Ada yang mengagetkan. Ulama kondang asal Blitar Gus Iqdam alias Muhammad Iqdam Kholid ternyata punya kembaran.
Kembaran tersebut memiliki wajah yang sama persis dengan pengasuh pondok pesantren Sabilut Taubah tersebut.
Bahkan, kemiripan wajah sang kembaran itu juga membuat Gus Iqdam sendiri terkaget-kaget.
“Ternyata aku duwe kembaran di Jepang. Plek podho,” kata Gus Iqdam melalui sebuah potongan video yang beredar.
Diketahui nama kembaran Gus Iqdam tersebut adalah Reza Adi Kurniawan. Dia adalah seorang pekerja migran asal Lampung.
Saat ini Reza bekerja di kota Fukushima, Jepang. Ada sebuah video dimana Reza menggunakan baju koko dan sarung batik khas Gus Iqdam.
Banyak netizen yang kaget dan mengira bahwa Gus Iqdam benar benar berada di Jepang. Gesture bagaimana Gus Iqdam merokok juga ditirukan Reza dengan persis.
Dalam potongan video lain yang beredar, Gus Iqdam tampak melakukan video call dengan kembarannya itu.
Terlihat Gus Iqdam dan Reza mengenakan kemeja yang kembar. Menggunakan kopiah hitam khas.
Sulit membedakan mana Gus Iqdam yang asli dan mana Gus Iqdam Jepang. Sebab, wajah, senyum, hingga susunan gigi sama sekali mirip.
Dalam video call itu, Reza Adi Kurniawan terlihat sangat sopan saat berbincang dengan Gus Iqdam.
“Aku kok pengin nang Jepang ketemu kembaranku iki,” kata ulama muda asal Blitar itu.
“Opo aku iki asline duwe kembaran, tapi sing siji dibuang,” sambung Gus Iqdam berkelakar. (*)
Pemerintah menyiapkan langkah-langkah penghematan energi nasional. Eskalasi di Timur Tengah dengan peran antara Israel-Amerika Serikat…
Luas Makam Islam Desa Tambaksumur sekitar 1 hektare. Di sudut timur laut, terdapat bangunan calon…
Ada satu hal menarik yang saya rasakan setiap kali menaiki kereta cepat. Bukan hanya karena…
Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…
Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…
Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…
This website uses cookies.