Categories: Surabaya

Wujudkan Perubahan Birokrasi yang Pro Rakyat, Eri Cahyadi Susun Kabinet Surabaya Berkah

METROTODAY, SURABAYA – Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah menyusun “Kabinet Surabaya Berkah” sebagai padanan lokal dari “Kabinet Merah Putih” di tingkat nasional.

Penyusunan Kabinet Surabaya Berkah ini sebagai simbol semangat perubahan birokrasi yang berpihak pada rakyat. Karena itu, pemilihan figur Kepala Perangkat Daerah (PD) yang akan mengisi Kabinet Surabaya Berkah akan dilakukan dengan kriteria yang ketat berdasarkan komitmen dan programnya yang pro rakyat.

“Saya mencari orang yang berani, memiliki komitmen dalam menjalankan aturan, inovatif, dan humanis,” katanya di Surabaya, Rabu (16/4).

Ia mengatakan, pihaknya melakukan evaluasi terhadap paparan visi-misi para kandidat kepala PD.

Karena sebagian besar masih bersifat umum, sehingga diperlukan tolok ukur yang lebih konkret, terutama untuk perangkat daerah yang menangani isu-isu strategis.

“Ambil contoh Dinas Lingkungan Hidup -DLH-. Dengan volume sampah mencapai 1.600 ton per hari, komitmen yang diharapkan harus terukur, misalnya target penurunan volume sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir -TPA- menjadi 1.300 ton,” katanya.

Demikian pula dengan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) untuk penanganan banjir harus berdasarkan target yang jelas dan terukur.

“Saat menyelesaikan permasalahan titik banjir, para calon harus mampu menyebutkan secara spesifik penurunan jumlah titik banjir, dari angka berapa menjadi berapa,” katanya.

Dalam sektor transportasi dan perhubungan, katanya, banyak potensi besar yang belum tergarap secara optimal, khususnya dari sektor parkir guna peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Saat ini ada berapa titik parkir, jika target PAD dari sektor parkir ditetapkan sekian, maka penambahan titik parkir baru harus disertai kajian yang komprehensif,” ujarnya.

Guna mengoptimalkan potensi PAD tersebut, dirinya meminta agar kepala OPD menggunakan teknologi sebagai bagian dari solusi serta mendorong penggunaan sistem elektronik dan pengawasan digital agar pendapatan bisa termonitor secara akurat.

“Rumah makan diperbolehkan menerapkan sistem pajak parkir, namun harus mengedepankan inovasi, seperti penggunaan kamera pengawas atau alat parkir elektronik, sehingga potensi pendapatan dapat terpantau secara akurat,” ujarnya. (*)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Jalan di Tenggilis Mejoyo hingga Perak akan Ditinggikan, Pemkot Surabaya Target Kurangi Genangan

Pemkot Surabaya berencana melanjutkan peningkatan kualitas jalan di sejumlah titik yang berpotensi mengalami genangan saat…

1 hour ago

Modus Jual Sembako Murah, Puluhan Ibu Rumah Tangga di Surabaya Tertipu Hingga Setengah Miliar Rupiah

Puluhan ibu rumah tangga (emak-emak) di Surabaya menjadi korban dugaan penipuan jual beli sembako fiktif.…

2 hours ago

Jurnalis Surabaya dan Sidoarjo Belajar AI Bareng iSTTS

Puluhan jurnalis Surabaya dan Sidoarjo mengikuti Bootcamp Artificial Intelligence for Journalist di iSTTS. Belajar pemanfaatan…

3 hours ago

Doa Bersama 1.000 Anak Yatim untuk Sidoarjo yang Lebih Baik di Hari Jadi Ke-167

Pendopo Delta Wibawa terasa berbeda pada Minggu (1/2/2026) pagi. Dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-167…

3 hours ago

Persiapan Asrama Haji Surabaya Capai 89 Persen Sambut Jemaah Haji, Fokus Perbaiki Ratusan Kamar yang Rusak

Jelang penyelenggaraan haji 2026, persiapan untuk transit jemaah di Asrama Haji Surabaya terus dilakukan. Dengan…

4 hours ago

Hujan Deras dan Angin Kencang Landa Surabaya, Pohon dan Reklame Tumbang

Cuaca ekstrem melanda Kota Surabaya sejak siang hingga malam hari ini, Selasa (3/2). Hujan deras…

5 hours ago

This website uses cookies.