Setiap kegiatan dibuka dengan pembukaan dan ice breaking. Lalu, dilanjutkan ke sesi inti berupa membaca, menggambar, mewarnai, dan permainan edukatif. Untuk menjaga kualitas program, evaluasi dilakukan setiap akhir bulan guna memantau perkembangan peserta.
Eni menambahkan, RALINA dibentuk sebagai wadah dakwah kultural sekaligus pemberdayaan anak dan pemuda. Melalui literasi, organisasi berharap dapat mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan akhlak yang baik. (vita)
Page: 1 2
Anak-anak itu tidak sekadar jalan-jalan di Kota Lama Surabaya. Mereka mengikuti program seru sekaligus penuh…
Pasca peristiwa kebakaran yang terjadi pada Jumat (15/5) lalu, Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa…
Kebakaran terjadi di lantai 5 Gedung Pusat Pelayanan Jantung Terpadu (PPJT) RSUD Dr Soetomo Surabaya,…
Persebaya Surabaya menunjukkan performa luar biasa setelah menghancurkan Semen Padang dengan skor telak 7-0. Namun…
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anzar Simanjuntak, melakukan peninjauan langsung ke Bandara Internasional…
Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Sidoarjo menggelar sharing session bertema “Penguatan Budaya Anti…
This website uses cookies.