Saat mengecek masuk ke ruangan, Khozīm dibuat terkejut karena melihat Kades Mujiono dalam posisi duduk di kursi dengan mengenakan kaos warna kuning dan celana jins biru.
Awalnya, ia mengira Mujiono hanya sedang beristirahat. Namun setelah dipanggil beberapa kali tanpa respons, ia mulai merasa ada yang tidak beres.
“Saya panggil tidak ada jawaban. Setelah lampu saya nyalakan, baru kelihatan kondisinya sudah tidak bergerak dengan leher terlilit selang,” ujarnya.
Dari situ, Khozīm langsung keluar untuk meminta bantuan Ketua RW setempat, Purwanto (49). Keduanya kemudian kembali ke lokasi guna memastikan kondisi korban.
“Saya langsung diajak ke dalam. Setelah dicek bersama, memang benar beliau sudah meninggal dunia,” ungkap Purwanto.
Saat mengecek masuk ke ruangan, Khozīm dibuat terkejut karena melihat Kades Mujiono dalam posisi duduk di kursi dengan mengenakan kaos warna kuning dan celana jins biru.
Awalnya, ia mengira Mujiono hanya sedang beristirahat. Namun setelah dipanggil beberapa kali tanpa respons, ia mulai merasa ada yang tidak beres.
“Saya panggil tidak ada jawaban. Setelah lampu saya nyalakan, baru kelihatan kondisinya sudah tidak bergerak dengan leher terlilit selang,” ujarnya.
Dari situ, Khozīm langsung keluar untuk meminta bantuan Ketua RW setempat, Purwanto (49). Keduanya kemudian kembali ke lokasi guna memastikan kondisi korban.
“Saya langsung diajak ke dalam. Setelah dicek bersama, memang benar beliau sudah meninggal dunia,” ungkap Purwanto.