Categories: Sidoarjo

Sibuk Main Gadget, Gen Z Rentan Telat Makan dan Dampaknya

METROTODAY, SIDOARJO – Generasi Z (Gen Z) kini menghadapi kebiasaan baru yang mengkhawatirkan dengan menunda atau bahkan melewatkan waktu makan.

Fenomena ini terjadi karena aktivitas padat, mulai dari sibuk bekerja, kuliah, hingga terlalu lama menatap layar gadget. Padahal, menurut pakar kesehatan, pola makan tidak teratur dapat memicu berbagai gangguan kesehatan serius.

Kebiasaan telat makan pada Gen Z banyak dipicu oleh gaya hidup modern yang serba cepat. Laporan Business Insider (2023) menyebut sebagian besar Gen Z di dunia kerja kerap melewatkan jam makan siang karena takut dianggap tidak produktif atau terlalu sibuk dengan rapat.

Di Indonesia, tren serupa juga terjadi, di mana anak muda lebih memilih menunda makan demi pekerjaan, aktivitas digital, atau sekadar larut bermain media sosial.

Riset medis memperkuat temuan tersebut. Studi yang dipublikasikan di Nutrients Journal (2023) mengungkap bahwa jam makan yang tidak teratur berhubungan dengan gangguan ritme sirkadian, meningkatnya stres metabolik, dan risiko obesitas.

Sementara penelitian lain di PubMed menunjukkan bahwa orang yang sering menunda makan lebih dari dua jam berpotensi lebih tinggi mengalami gastritis dan infeksi Helicobacter pylori, penyebab utama sakit maag.

Dampak Telat Makan bagi Kesehatan

Menurut para pakar, dampak kebiasaan telat makan tidak bisa disepelekan. Beberapa risiko yang mengintai antara lain:

• Gangguan pencernaan – meningkatnya risiko maag, gastritis, dan refluks asam.

• Fluktuasi gula darah – berisiko memicu prediabetes hingga diabetes tipe 2.

• Penurunan konsentrasi – otak kekurangan energi, menyebabkan mudah lelah dan sulit fokus.

• Mood swing – mudah marah, gelisah, hingga stres akibat hormon tidak seimbang.

• Asupan gizi terganggu – tubuh kehilangan nutrisi penting jika pola makan terus berantakan.

Solusi Gen Z Tidak Terjebak Kebiasaan Telat Makan

Pakar gizi menyarankan anak muda untuk menjaga konsistensi jam makan. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

• Menetapkan jadwal makan tetap setiap hari.

• Mengatur alarm pengingat makan di tengah kesibukan.

• Membawa bekal sehat untuk menghindari skip meal.

• Mengurangi screen time berlebih, terutama menjelang waktu makan.

• Memahami bahwa menjaga pola makan adalah bagian penting dari produktivitas jangka panjang.

Menunda makan mungkin dianggap sepele bagi sebagian orang. Namun, kebiasaan ini justru berpotensi menurunkan kualitas hidup jika terus berlangsung.

Gen Z perlu lebih sadar bahwa menjaga kesehatan bukan hanya soal olahraga dan diet tren, tetapi juga disiplin terhadap jam makan yang tepat. (amelia/red)

Jay Wijayanto

Recent Posts

WFH Sehari dalam Sepekan Jadi Strategi Hemat Energi, Konsumsi BBM Turun 20 Persen

Pemerintah menyiapkan langkah-langkah penghematan energi nasional. Eskalasi di Timur Tengah dengan peran antara Israel-Amerika Serikat…

1 hour ago

Makam Sesepuh Desa Tambaksumur; Makam Tengah sebagai Titik Sentral (3)

Luas Makam Islam Desa Tambaksumur sekitar 1 hektare. Di sudut timur laut, terdapat bangunan calon…

3 hours ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (12): Kereta Cepat “Whoosh” yang Menyambung Dua Kota Suci

Ada satu hal menarik yang saya rasakan setiap kali menaiki kereta cepat. Bukan hanya karena…

5 hours ago

Waspadai Penyakit Menular saat Musim Mudik, Balai Karantina Pantau Bandara dan Pelabuhan

Mudik Lebaran merupakan tradisi masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman setiap tahunnya. Namun, masyarakat…

23 hours ago

Temukan Tempat Hiburan Nekat Buka selama Ramadan, Satpol PP Surabaya Beri Sanksi

Satpol PP Kota Surabaya menemukan sejumlah tempat hiburan umum yang tetap beroperasi selama bulan Ramadan,…

1 day ago

Berumrah di Tengah Perang di Timur Tengah (11): Berlebaran di Tanah Haram

Lebaran di Tanah Haram jauh lebih sederhana, bahkan sangat sederhana. Bukan karena efek efisiensi lantaran…

1 day ago

This website uses cookies.